Senin, 21 Agustus 2017  

Berita Pajak

Target Pajak & Rupiah Bayangi Pasar Saham

Harian Kontan, Jumat 13 Maret 2015

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Target Pajak & Rupiah Bayangi Pasar Saham JAKARTA. Sempat beberapa kali mencetak rekor baru, laju Indeks Harga Saham Gabungan mulai tersendat. Kemarin, IHSG tutup di posisi 5.439,83. Angka ini menyusut 1,36% ketimbang posisi tertinggi IHSG sepanjang masa yang  terjadi Jumat (6/3) di level 5.514,79. Pemodal  asing  juga mulai memanggul koper dari pasar domestik.

Sepekan  terakhir, di Bursa Efek Indonesia, asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) hampir Rp 2 triliun.
Meski pasar  tertekan, mayoritas analis belum merevisi target IHSG. Berdasarkan penelusuran Harian KONTAN, hanya Mandiri Sekuritas yang sudah  memangkas  target IHSG di akhir 2015, dari semula 6.350 menjadi 5.450.
Kepala Riset Mandiri Sekuritas  John Rachmat menilai, risiko pasar tahun  ini antara lain kenaikan  target penerimaan pajak sebesar 30% . Jika tak  tercapai,  belanja  infrastruktur pemerintah bisa terpangkas. Selain itu, ada kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian yang menyebabkan minat investor berkurang.
Investor juga masih menantikan  kenaikan  suku  bunga The Fed. Hal ini bisa menekan rupiah dan IHSG. Sementara Norico Gaman, Kepala Riset BNI Securities memiliki  dua  skenario  arah IHSG hingga akhir tahun ini, yakni moderat dan optimistis.
Secara moderat, IHSG sampai akhir  2015 mencapai  5.750. Asal, pertumbuhan ekonomi 5,4%  dan  pertumbuhan  laba
korporasi 17%-18%. Dari  kacamata  optimistis, Norico  memprediksikan, IHSG di 6.200 pada akhir  tahun nanti. Kondisi itu terjadi jika  pertumbuhan  ekonomi 5,6%-5,7%, diiringi pertumbuhan laba korporasi di atas 20%.
Hingga akhir bulan ini, IHSG masih  berpotensi  tertekan. Norico memperkirakan IHSG bisa menuju 5.400-5.350. "Ini koreksi wajar karena investor merealisasikan keuntungan," ujar Norico,  yang mengaku belum merevisi  target  IHSG tahun ini.
Sebastian Tobing, Head of Research and Institutional Business Trimegah Securities, memprediksikan, The Fed akan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin pada pertengahan tahun ini. Sementara BI rate bertahan di level saat ini.  "Inflasi  yang  terkendali membuat IHSG masih positif di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga," ujar dia.
Hingga  akhir  tahun,  arah IHSG masih  positif.  Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai, investor asing mulai  tertular kecemasan atas kejatuhan nilai tukar rupiah. Tren bullish IHSG bisa berakhir jika dana asing terus keluar akibat pelemahan rupiah tersebut.
Sebagai  gambaran, Kamis (12/3), di pasar  spot,  rupiah menguat  tipis 0,09% menjadi Rp 13.180 per dollar AS. Tapi, kurs  tengah Bank  Indonesia (BI) mencatat, rupiah masih terpeleset  0,09%  ke  level Rp 13.176 per dollar AS. 
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 10991 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :