Selasa, 17 Januari 2017  

Berita Pajak

Evaluasi Target Pajak Agar Lebih Realistis

Harian Kontan, Kamis 5 Januari 2017

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Evaluasi Target Pajak Agar Lebih Realistis JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani nampaknya harus bergegas melakukan evaluasi atas target penerimaan pajak tahun 2017 ini. Sebab, realisasi penerimaan perpajakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 206 meleset dari target.Pertama, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Hingga 31 Desember 2016, realisasi PPN Rp 410,5 triliun, hanya 86,6% dari target APBN Perubahan 2016. Realisasi penerimaan ini terendah dalam empat tahun terakhir. Jika dibandingkan 2015, realisasi penerimaan PPN itu turun 3,12%.

Kedua, realisasi penerimaan Pajak Penghasilan atau PPh nonmigas. Sampai akhir 2016 hanya Rp 630,9 triliun. Realisasi ini memang lebih tinggi 5,7% dari tahun 2015. Hanya, tanpa memperhitungkan hasil amnesti pajak yang sebesar Rp 107 triliun, realisasi penerimaan PPh nonmigas turun 4,9% dari 2015. Pemerintah beralasan gagalnya pencapaian target perolehan PPN karena tingginya restitusi. Pengusaha menarik kelebihan bayar pajak.

Hanya, jika kita cermati lebih dalam, penurunan perolehan PPN dan PPh sejatinya bisa mengonfirmasi terjadi perlambatan ekonomi. Kondisi ini memukul dunia usaha. Transaksi dunia usaha mini.

Indikasi ini juga nampak dari kinerja ekspor dan industri manufaktur yang melemah. Bahkan, pertumbuhan industri manufaktur turun sejak 2014. Kinerja ekspor juga anjlok.

Itulah sebabnya, Menkeu berencana melakukan evaluasi." Asumsi ekonomi makro harus kita waspadai, karena perubahan di sisi eksternal," ujarnya, Selasa (3/1). Dalam APBN 2017, pemerintah mematok target penerimaan pajak sebesar Rp 1.307,3 triliun. Jika dibandingkan realisasi penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 1.104,9 triliun, target itu tumbuh lebih dari 18,3%.

Target ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi 2017. Dengan target ekonomi 2017 5,1% ditambah laju inflasi 4%, pertumbuhan alamiah penerimaan pajak tahun 2017 mestinya hanya sekitar 9,1%.

Managing Partner DDTC Darussalam memperkirakan, pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini hanya berkisar 10,9% atau sekitar Rp 1.226 triliun. Proyeksi itu telah mempertimbangkan perlambatan ekonomi, inflasi, serta dampak kebijakan amnesti pajak.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo berharap, perbaikan ekonomi akan membuat penerimaan pajak naik.

Namun, pemerintah harus lebih realistis menetapkan target pajak agar dunia usaha bisa kembali menghidupkan mesinnya, tak melulu menjadi objek pajak semata.

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 23 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :