Senin, 24 April 2017  

Berita Pajak

China Pangkas Penerimaan Pajak

Harian Kontan, Jumat 21 April 2017

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

China Pangkas Penerimaan Pajak Langkah ini dimaksudkan agar ekonomi China lebih hidup di tahun ini  BEIJING. Tidak puas dengan pertumbuhan ekonomi yang melewati target pada kuartal I lalu, China terus berupaya menggenjot roda ekonominya. Kali ini caranya dengan memangkas pajak demi mendorong belanja dan pertumbuhan ekonomi yang pesat.



Dalam pernyataan Dewan Negara China yang dikutip CNBC, China akan memangkas penerimaan pajak sebesar 380 miliar yuan atau setara US$ 55 miliar di tahun ini. Caranya dengan menyederhanakan pajak pertambahan nilai dari empat golongan menjadi tiga golongan.

Kemudian mengurangi tarif pajak untuk produk gas alam dan pertanian masing-masing sebesar 11% dari sebelumnya 13%. Dengan memotong pajak, akan mendorong kenaikan pendapatan tahunan dari usaha kecil dan menengah.

Selain itu, Pemerintah China juga meluncurkan sejumlah insentif bagi pengusaha. "Harapannya pemotongan pajak lebih lanjut secara efektif akan mempromosikan ekonomi," kata Perdana Menteri China Li Keqiang.

Pemerintah mengumumkan pemotongan pajak pada Rabu (20/4), setelah pertemuan dengan Dewan Negara China.

Pemotongan akan pajak mempromosikan ekonomi.

Beban pajak berkurang

Pemerintah China memperkirakan pemotongan pajak akan menurunkan beban pajak pada perusahaan dan individu China. Tidak hanya kepada pelaku usaha, Pemerintah China juga membebaskan pajak penghasilan pribadi senilai 2.400 yuan atau setara US$ 349 setiap tahun bagi masyarakat yang membeli asuransi kesehatan. Kemudian pajak yang ditetapkan bagi yang perusahaan kecil ditetapkan tidak lebih dari 500.000 yuan.

Li Keqiang menjelaskan pemotongan pajak merupakan bagian dari upaya lebih besar pemerintah dalam mengelola pertumbuhan ekonomi. Plus, rencana Beijing melakukan manuver transisi dari model yang sebelumnya mengandalkan manufaktur menjadi konsumsi dan layanan.

"Langkah ini untuk memperkuat momentum stabilitas ekonomi yang baik dan memfasilitasi restrukturisasi," terang Li Keqiang seperti dikutip Bloomberg.

Lewat pengurangan pajak, pemerintah berharap sektor swasta khususnya manufaktur dapat terdorong untuk berinovasi membangun pabrik. Sementara perusahaan jasa akan berkurang bebannya.

Sejak tahun lalu, China memulai melakukan reformasi perpajakan untuk menurunkan beban pajak bagi perusahaan jasa.

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 11 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :