Minggu, 24 September 2017  

Berita Pajak

Pertamina Fokus Akuisisi Blok Mansouri di Iran

Harian Kontan, Senin 17 Juli 2017

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Pertamina Fokus Akuisisi Blok Mansouri di Iran Proses akuisisi dua lapangan migas di Rusia terganjal masalah pajak  JAKARTA. PT Pertamina terus menambah jumlah portofolio blok migas yang dikelola baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Langkah ini mereka lakukan untuk memperbesar kapasitas produksi minyak dan gas (migas).



Namun, ekspansi menambah blok migas di luar negeri lewat akuisisi ini tidak selamanya berjalan mulus. Misalnya, rencana mengakuisisi masing-masing dua blok migas di Iran dan Rusia, Pertamina belum bisa memastikan aksi korporasi tersebut bisa terealisasi tahun ini juga.

Belakangan, perusahaan energi milik pemerintah ini hanya fokus akuisisi satu blok migas di Iran, yakni Blok Migas Mansouri. Pertimbangannya, Pertamina lebih percaya diri dan yakin bisa menang tender blok migas tersebut. "Jadi fokus Pertamina saat ini hanya Blok Mansouri di Iran," aku Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, Kamis (13/7).

Pertamina optimistis menang lelang pada Blok Mansouri, karena memiliki penawaran yang lebih bagus ketimbang pesaingnya.

Sejatinya, pada lelang lapangan migas raksasa milik National Iranian Oil Company (NIOC) yakni Mansouri dan Ab-Teymour, Pertamina menghadapi masing-masing satu kompetitor. "Dari dua bidder (penawar) itu, kami kejar Mansouri karena kelihatan yang paling bagus. Makanya, kami terus diskusi teknis dan mudah-mudahan NIOC puas," ungkap Syamsu.

Lebih lanjut Alam bilang, Pertamina memang telah melewati evaluasi teknik oleh NIOC. Tahapan selanjutnya adalah pembahasan terms and conditions sebelum menandatangani kontrak untuk blok tersebut.

Makanya, dalam menindaklanjuti proses lelang blok Mansouri, tim Pertamina pun telah bertandang ke Iran dan bertemu dengan pihak NIOC pada pekan ini. Pertemuan dengan NIOC dilakukan untuk membahas terms and conditions Blok Mansouri. "Sekarang ada Iranian Petroleum Contract, yang dipakai untuk menghitung nilai komersialnya seperti apa," jelas Alam.

Kendati telah memasuki tahapan pembahasan terms and conditions, Pertamina belum bisa memastikan waktu pasti selesainya proses lelang Blok Mansouri. Maklum, semua proses tergantung NIOC. "Belum tahu kapan closingnya. Belum tahu juga apakah tahun ini bisa selesai," imbuhnya.

Ganjalan pajak

Sementara itu, proses akuisisi lapangan Ab-Taymour, baru memasukkan dokumen penawaran saja. Begitu pun dengan proses akuisisi dua blok migas di Rusia yang masih terganjal perpajakan.

Sepanjang 2017, Pertamina memang mengklaim berhasil mengakuisisi saham Meurel & Prom. Terhitung mulai 1 Februari 2017, Pertamina Internasional EP (PIEP), yang merupakan anak usaha Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas dengan 72,65% saham di Maurel & Prom.

Pasca akuisisi, PIEP langsung memiliki akses operasi di 12 negara dan empat benua yaitu aset produksi di Gabon, Tanzania, dan Nigeria. Aset eksplorasinya berada di Namibia, Kanada, Kolombia, Perancis Italia, dan Myanmar.

Sebelumnya, PIEP hanya beroperasi di tiga negara yaitu Malaysia, Libya, dan Irak.

Dengan akuisisi tersebut, Pertamina mendapatkan tambahan produksi minyak sebesar 30.000 barel oil per day (BOPD). Sejak awal 2014 hingga awal 2017, produksi Pertamina dari aset internasional tumbuh hingga 150.000 BOEPD net-to-share.

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 150 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :