Kamis, 24 Agustus 2017  

Berita Pajak

Harga Gula Petani Jatuh

Harian Kompas, Rabu 9 Agustus 2017

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Harga Gula Petani Jatuh Keputusan PPN 10 Persen Jangan Berlarut-LarutSURABAYA, KOMPAS — Sejumlah petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia mendatangi Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (8/8). Mereka mendesak pemerintah segera menerbitkan peraturan tentang pembebasan Pajak Pertambahan Nilai gula petani.



Kondisi berlarut itu mengakibatkan tidak adanya kepastian sehingga berdampak terhadap penurunan harga jual gula petani. Kedatangan mereka ke Kementerian Keuangan, menurut Ketua Harian Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Dewan Pimpinan Daerah PTPN XI Sunardi Edi Sukamto, yang dihubungi dari Surabaya, Selasa, mendesak pemerintah, segera menerbitkan peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang barang bebas PPN.

APTRI meminta gula petani yang telah dijanjikan masuk dalam jenis barang tidak kena pajak segera mendapatkan dasar hukum. Sejak awal musim giling Juni lalu hingga sekarang, petani gula dan pembeli mulai resah terhadap isu PPN 10 persen. Akibatnya, harga lelang gula merosot menjadi Rp 8.900 per kilogram.

Pada umumnya, pembeli tidak berani mematok harga tinggi karena mengantisipasi adanya PPN 10 persen sehingga harus menurunkan harga beli dari gula petani. "Jika terus berlarut, makin banyak petani merugi karena harga jual gula petani jauh di bawah biaya pokok produksi," kata Sunardi.

Dari hasil pertemuan di Kementerian Keuangan, lanjut Sunardi, Permenkeu yang memasukkan gula petani dalam barang tidak kena pajak sudah disiapkan. Peraturan itu hanya menunggu pengesahan berupa tanda tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati karena saat ini tidak berada di Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pembina DPP APTRI Arum Sabil menambahkan, harga lelang Rp 8.900 per kg merugikan petani. Sebab, produktivitas tanaman tebu petani hanya 80 ton per hektar dengan rendemen nyaris di bawah 7 persen.

Dengan demikian, biaya produksi gula Rp 9.500-Rp 10.500 per kg. Jika peraturan sudah diterbitkan, harga gula petani bisa mencapai lebih dari Rp 10.200 per kg karena tidak ada lagi penyisihan untuk PPN.

Lelang dibatalkan

Brilliant Johan Anugerah dari Humas PTPN XI mengatakan, harga lelang gula petani pada Juli rata-rata Rp 10.548,47 per kg. Namun, untuk bulan ini lelang dibatalkan karena penawaran harga rendah sehingga tidak ada petani yang bersedia melepas gula.

Sebagai informasi, gula petani merupakan salah satu barang yang akan diusulkan Direktorat Jenderal Pajak ditetapkan sebagai barang kebutuhan pokok yang bukan barang kena pajak. Dengan demikian, penyerahannya tidak dikenai PPN seperti diberitakan Kompas (14/7).

Direktorat Jenderal Pajak, menurut Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama, berencana mengusulkan gula petani ditetapkan sebagai barang kebutuhan pokok yang bukan barang kena pajak sehingga penyerahannya tidak dikenai PPN.

Sementara itu, dari Cirebon, Jawa Barat, dikabarkan, gula petani dihargai rendah. Pemicunya diduga terjadi rembesan gula rafinasi ke pasar. Keresahan dan dugaan itu disampaikan para petani tebu saat berunjuk rasa di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (DPPKUMKM), Kota Cirebon, Jabar, Selasa.

Mereka berunjuk rasa dengan membawa foto gula rafinasi yang diduga rembes di sejumlah gudang di Kota Cirebon. "Sudah tiga bulan gula yang kami tawarkan tidak laku. Harga lelang di bawah Rp 10.000 per kg. Tahun ini, kami berharap setidaknya harga gula Rp 11.000 per kg," ujar Surkim (62), petani tebu asal Pangenan, Cirebon.

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 16 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :