Senin, 18 Nopember 2019  

Berita Pajak

Kurs Pajak terhadap Dolar AS Melemah

Harian Bisnis Indonesia, Kamis 3 Oktober 2019

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Kurs Pajak terhadap Dolar AS Melemah Nilai kurs pajak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sampai sepekan ke depan, yakni periode 2—8 Oktober 2019, masih menunjukkan pelemahan.Nilai tukar itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 45/MK/29 tentang Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk,

Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang Berlaku untuk 2 Oktober 2019 sampai dengan 8 Oktober 2019.

Dalam beleid itu, pemerintah menetapkan untuk setiap US$1 senilai Rp14.154. Angka tersebut melemah dibandingkan dengan nilai kurs acuan yang digunakan pemerintah pada pekan sebelumnya, di mana untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp14.072.

Tak hanya dolar AS, pelemahan kurs pajak juga terjadi dalam dolar Australia dari Rp9.549 pekan lalu menjadi Rp9.573,5 pada pekan ini. Adapun mata uang euro naik tipis, di mana untuk setiap 1 euro pada pekan ini ditetapkan senilai Rp15.500.

Hal berbeda justru terjadi pada kurs pajak untuk pound sterling, yang mana nilai mata uang Tanah Air justru menunjukkan penguatan. Pada pekan lalu, setiap 1 pound sterling dipatok sebesar Rp17.545, 53. Sementara itu, untuk kurs pekan ini nilainya turun menjadi Rp17.480.

Kurs pajak tersebut digunakan untuk keperluan pelunasan perpajakan, yang mencakup bea masuk, PPN dan PPnBM, bea keluar, serta PPh atas pemasukan barang.

Selain itu, kurs pajak juga bisa digunakan untuk acuan utang pajak yang berhubungan dengan PPN dan PPnBM, dan penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa uang asing yang harus terlebih dahulu dinilai ke dalam rupiah.

Ketentuan kurs pajak sebagaimana disebutkan di atas berlaku dari 2—8 Oktober 2019. Setelah itu, besar kemungkinan kurs pajak yang dijadikan acuan pelunasan pajak akan mengalami perubahan.

Sementara itu, jika kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam regulasi tersebut, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dolar AS yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya, dan kemudian dikalikan kurs rupiah terhadap dolar AS sebagaimana ditetapkan dalam regulasi di atas.

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 33 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :