Sabtu, 25 Februari 2017  

Tax Today

Mulai 1 Juli 2009, Setor Pajak pakai form Baru

Rabu, 1 Juli 2009

   Cari Tax Today    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Ya, DJP telah mengeluarkan bentuk Form Surat Setoran Pajak yang baru menggantikan format lama. Bagaimana bentuknya dan cara mengisinya?? Lampiran I dan II menjelaskan secara rinci cara pengisian dan bentuk formulir Setoran Pajak yang baru ini.

Ketentuan ini diatur dalam PER Dirjen Pajak Nomor PER-38/PJ./2009 tanggal 23 Juni 2009. Menurut Peraturan Dirjen Pajak ini, perubahan bentuk formulis SSP dikarenakan adanya
  • penyempurnaan Bagan Perkiraan Standar menjadi Bagan Akun Standar yang menjadi dasar dalam pengisian Kode Akun Pajak dalam Surat Setoran Pajak;
  • dalam rangka pemanfaatan data transaksi tanah dan/atau bangunan untuk ekstensifikasi dan intensifikasi pajak;

Perbedaan penting formulir lama dan formulir baru adalah adanya kolom isian NOP dan Alamat Objek Pajak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan Wajib Pajak antara lain :

  1. Formulir SSP dibuat dalam rangkap 4 (empat), dengan peruntukan sebagai berikut:
    lembar ke-1 : untuk arsip Wajib Pajak;
    lembar ke-2 : untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN); /lembar...
    lembar ke-3 : untuk dilaporkan oleh Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak;
    lembar ke-4 : untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran.
  2. Wajib Pajak dapat mengadakan sendiri formulir SSP dengan bentuk dan isi sesuai dengan formulir SSP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).
  3. Satu formulir SSP hanya dapat digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak dan untuk satu Masa Pajak atau satu Tahun Pajak/surat ketetapan pajak/Surat Tagihan Pajak dengan menggunakan satu Kode Akun Pajak dan satu Kode Jenis Setoran, kecuali Wajib Pajak dengan kriteria tertentu sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Pasal 3 ayat (3a) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, dapat membayar Pajak Penghasilan Pasal 25 untuk beberapa Masa Pajak dalam satu SSP.
  4. Formulir SSP yang telah dicetak dengan bentuk dan isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-01/PJ./2006 tentang Bentuk Surat Setoran Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-102/PJ/2006 tetap dapat dipergunakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2009.

Dengan diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Pajak, Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-01/PJ./2006 tentang Bentuk Surat Setoran Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-102/PJ/2006 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku mulai 1 Juli 2009. Tapi jangan khawatir form lama masih dapat digunakan sampai dengan 31 Desember 2009

Mengenai tata cara pengisian formulir SSP dan pengisian Mata Anggaran Penerimaan (MAP)/Kode Jenis Pajak dan Kode Jenis Setoran pada formulir SSP dapat dilihat dengan lengkap pada Lampiran I dan II PER DIRJEN Nomor PER-38/PJ./2009.

Bentuk Form SSP ini dapat anda download di sini

Semoga KPP sebagai ujung tombak pelayanan DJP segera dapat mencetak form yang baru ini sehingga Wajib Pajak tidak repot dalam menerapkan aturan ini walaupun jangka waktu peralihan terhitung cukup lama sampai dengan 31 Desember 2009.

--Redaksi PajakOnline-

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 6107 kali ›

Pencarian Tax Today
Kata Kunci :