Sabtu, 22 Nopember 2014  

Artikel Pajak

Stimulus Bebas PPh 21 Baru Terserap 2,2%

Harian Kontan, Senin 16 November 2009

   Cari Artikel Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA, Pembebasan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) untuk karyawan dengan gaji hingga Rp 5 juta sebulan menjadi program stimulus fiskal yang paling mubazir. Departemen Keuangan mencatat, sampai 30 Oktober 2009 lalu, insentif ini baru terserap Rp 100 miliar atau 2,2% dari total sebesar Rp 6,5 triliun.

Pemerintah belum bisa memastikan apakah program stimulus ini akan berlanjut atau tidak

Pemerintah langsung memastikan, bujet pembebasan PPh 21 tidak bakal terpakai semua. Soalnya, program yang bertujuan memelihara sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat untuk menjaga supaya konsumsi rumah tangga di 2009 tumbuh diatas 4% tersebut bakal berakhir pada November ini.

Toh, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tetap mendesak Direktur Jenderal Pajak sebagai pelaksana program untuk melakukan berbagai akselerasi atau percepatan penyerapan di sisa waktu yang tinggal setengah bulan ini. "Agar penyerapan lebih maksimal,"katanya, Rabu (11/11) lalu.

Tapi, Menkeu mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab, banyak perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti perkiraan pemerintah sebelumnya. Sehingga, "Kalaupun tidak terserap seluruhnya, ya tidak menimbulkan persoalan yang serius,"ujar dia.

Cuma, pemerintah belum bisa memastikan apakah pembebasan PPh 21 bakal berlanjut tahun depan. "Kelanjutannya akan kami lihat lagi,"kata Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Eddy Abdulrachman.

Yang jelas memang, Eddy menambahkan, banyak perusahaan yang tidak memanfaatkan insentif tersebut lantaran takut karyawan mereka akan menagih pembebasan PPh 21 itu di 2010 nanti. Soalnya, pemerintah belum memastikan nasib program ini pada tahun berikutnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo juga menuding, pelaksanaan pembebasan PPh 21 yang baru bergulir pada April lalu sebagai biang kerok minimnya penyerapan stimulus fiskal tersebut, padahal, insentif ini berlaku untuk masa pajak Februari untuk masa pajak Februari hingga November 2009.

Pengusaha tidak takut

Sedang Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perpajakan Hariyadi Sukamdani dalam berbagai kesempatan menyatakan, rendahnya penyerapan stimulus pajak menunjukkan rendahnya respon karyawan. Karena, perusahaan sudah melakukan sosialisasi. "Mau tidaknya perusahaan mengurus bergantung pada karyawan,"kilah dia.

Catatan saja, total ada 471 subsektor dari 26 sektor industri yang bisa menikmati insentif pajak tersebut. Ambil contoh, otomotif, elektronik, tekstil, dan media. Sebetulnya, ada sanksi bagi pengusaha yang tidak memberikan potongan PPh 21.

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-22/PJ/2009 tentang Pelaksanaan Pemberian PPh 21 tegas-tegas menyebut, selain akan menagih pajak, pemerintah juga akan mengenakan sanksi denda sebesar 50% dari PPh 21 yang tidak atau kurang dibayarkan ke karyawan dalam jangka waktu satu tahun pajak. Namun kenyataannya, kedua sanksi itu tidak membuat pengusaha takut.

Harian Kontan, 14 Nopember 2009

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 4955 kali ›

Pencarian Artikel Pajak
Kata Kunci :