Rabu, 17 Juli 2019  

Klinik Pajak

Keuntungan atas Pengalihan Aset

Rabu 21 Januari 2009

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Contoh :
Saya mempunyai harta a dengan nilai perolehan Rp. 100.000.000, lalu saya jual seharga Rp. 220.000.000 pada tahun itu saya membeli harta b dengan harga beli Rp. 240.000.000

Pertanyaan saya, Berapa pajak yang harus saya bayar ??

Terimakasih


HENDRA MULYA, 21 Januari 2009


Jawaban :

Jawaban Kami :
Bapak Hendra, atas pertanyaan Bapak tentang Keuntungan Pengalihan harta, dapat kami jelaskan sbb:

  1. Pasal 4 ayat 1 huruf d UU PPh Nomor 36 tahun 2008 menyebutkan bahwa :
    Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta.

    Didalam memori penjelasan disebutkan bahwa yang menjadi keuntungan adalah selisih antara harga jual dengan nilai sisa buku dari harta yang dijual.
     
  2. Atas kasus saudara, kami mangasumsikan bahwa nilai 100.000.000 adalah Nilai Sisa Buku.
    Sehingga yang menjadi keuntungan pengalihan harta adalah
    Harga Jual - Nilai Sisa Buku
    220.000.000 - 100.000.000 = 120.000.000

    Atas keuntungan tersebut harus digabungkan dengan penghasilan lain dan dilaporkan dengan SPT PPh Orang Pribadi Tahunan pada form :

Demikian penjelasan dari kami, semoga memberikan pencerahan

Wassalam

Team Klinik PajakOnline.com

 

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 4909 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.