Rabu, 23 April 2014  

Klinik Pajak

Penghitungan PPh Pasal 21 untuk karyawan yang baru masuk Kerja di tengah tahun

Rabu 25 Maret 2009

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Dear Pajak Online,

Ada karyawan kami yang baru masuk pertengahn tahun, pada saat dia akan melaporkan PPh orang pribadi ada 2 yaitu 1721-a1 dari perusahaan kami dan perusahaan yang lama. Bagimana cara melaporkannya di 1770S karena kalau dia gabungkan penghasilan 1770S maka akan timbul kurang bayar. Mohon untuk kaus ini saya bisa di kiriman contoh PPh 1770S-nya.

Best regard,
Stevie


STEVIE, 25 Maret 2009


Jawaban :

Bapak Stevie, atas masalah penghitungan PPh Pasal 21bagi karyawan yang baru masuk nanti tetap akan NIHIL. Ada beberapa point penting yang perlu anda perhatikan :

  1. Minta Surat Pindah/Surat PHK/ Surat Pemberhentian Kerja di Perusahaan lam dari karwayan tersebut
  2. Dan yang paling penting minta bukti potong PPh Pasal 21 si karyawan pada perusahaan Lama

Ketentuan yang mengatur tentang penghitungan ini dapat bapak baca di KEP-545/PJ./2000 juncto PER-15/PJ.2006, lengkap dengan contohnya. Berikut adalah contong penghitungan karyawan yang Pindah Kerja pada tahun berjalan (dalam hal ini perusahaan saudara sama perlakuannya seperti Artha Delta Realty.

 

PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN PEGAWAI YANG PINDAH KERJA DALAM TAHUN BERJALAN 

Contoh : 

Freddy Sumaryanto yang berstatus belum menikah adalah pegawai pada PT Harapan Sejahtera di Yogyakarta – DIY. Sejak 1 Juni 2006 pindah kerja pada Artha Delta Realty di Semarang. Gaji Freddy pada waktu bekerja pada PT Harapan Sejahtera adalah sebesar Rp 3.500.000,00 dan naik menjadi Rp 4.000.000,00 setelah bekerja pada PT Artha Delta Realthy. Pada kedua perusahaan tersebut Freddy membayar iuran pensiun sebulan sejumlah Rp 100.000,00.

 

 

A.

Penghitungan PPh Pasal 21 :

 

 

1.

PT Harapan Sejahtera Yogyakarta – DIY

 

 

 

Gaji (Januari s.d. Mei 2006)

 

 

5 x Rp 3.500.000,00

Rp

17.500.000,00

 

Pengurangan :

 

 

1.

Biaya jabatan
5% x Rp. 17.500.000,00 = Rp 875.000,00

 

 

 

Maksimum diperkenankan

 

 

 

5 x Rp 108.000,00

Rp

540.000,00

 

 

2.

Iuran Pensiun

 

 

 

5 x Rp. 100.000,00

Rp

500.000,00

 

 

 

 

Rp

1.040.000,00

Penghasilan neto 5 bulan adalah

Rp

16.460.000,00

 

PTKP

 

 

-

Untuk WP sendiri

Rp

13.200.000,00

Penghasilan Kena Pajak

Rp

3.260.000,00

 

 

 

PPh Pasal 21 terutang

 

 

5% x Rp 3.260.000,00

=

Rp 163.000,00

 

 

 

 

PPh Pasal 21 terutang dan harus dipotong

untuk masa Januari s.d. Mei 2006 adalah :

 

Rp

 

163.000,00

 

PPh Pasal 21 yang sudah dipotong masa

Jan s.d. Mei 2006 adalah

 

 

5 x Rp 115.033,00 (perhitungan lihat contoh

Pegawai Pindah Cabang, di kantor Pusat)) =

 

Rp

 

575.166,00

PPh Pasal 21 lebih dipotong

Rp

412.166,00

 

 

 

 

Catatan :

Kelebihan pemotongan PPh Pasal 21 sebesar Rp 412.166,00 dikembalikan oleh PT Harapan Sejahtera kepada yang bersangkutan pada saat pemberian bukti pemotongan PPh Pasal 21.

 

 

 

 

Pengisian Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (Form 1721 A1) oleh PT Harapan Sejahtera :

 

 

 

 

Gaji (Januari s.d. Mei 2006)

 

 

5 x Rp 3.500.000,00

Rp

17.500.000,00

 

Pengurangan :

 

 

1.

Biaya jabatan

5% x Rp. 17.500.000,00 = Rp 875.000,00

 

 

 

Maksimum diperkenankan

 

 

 

5 x Rp 108.000,00

Rp

540.000,00

 

 

2.

Iuran Pensiun

 

 

 

5 x Rp. 100.000,00

Rp

500.000,00

 

 

 

 

Rp

1.040.000,00

Penghasilan neto 5 bulan adalah

Rp

16.460.000,00

 

PTKP

 

 

-

untuk WP sendiri

Rp

13.200.000,00

Penghasilan Kena Pajak

Rp

3.260.000,00

 

 

 

PPh Pasal 21 terutang

 

 

5% x Rp 3.260.000,00 =

 

Rp

163.000,00

 

PPh Pasal 21 yang sudah dipotong

Rp

163.000,00

 

PPh Pasal 21 lebih dipotong

Rp

575.166,00

 

Rp

412.166,00

 

 

 

 

Kelebihan pemotongan PPh Pasal 21 sebesar Rp 412.166,00 tersebut sudah dikembalikan kepada pegawai yang bersangkutan pada bulan berhentinya bekerja.

 

 

 

2.

PT Artha Deltha Realty di Semarang

 

 

a.

 

 

 

 

a.

Penghasilan neto di PT Artha Delta Realty

Gaji Juni s.d. Desember 2006

7 x Rp 4.000.000,00

 

 

Rp

 

 

28.000.000,00

 

 

 

 

 

Pengurangan :

 

 

 

1.

Biaya jabatan

5% x Rp. 28.000.000,00 = Rp 1.400.000,00

 

 

 

 

 

 

Maksimum diperkenankan

 

 

 

 

7 x Rp 108.000,00

Rp

756.000,00

 

 

 

2.

Iuran Pensiun

 

 

 

 

 

 

7 x Rp. 100.000,00

Rp

700.000,00

 

 

 

 

 

 

 

Rp

1.456.000,00

 

Penghasilan neto di Bandung

Rp

26.544.000,00

 

b.

Penghasilan neto di PT Harapan Sejahtera

 

 

 

(sesuai dengan Form 1721 A1)

Rp

16.460.000,00

 

Jumlah penghasilan neto setahun

Rp

43.004.000,00

 

 

PTKP

 

 

 

-

untuk WP sendiri

Rp

13.200.000,00

 

Penghasilan Kena Pajak

Rp

29.804.000,00

 

 

PPh Pasal 21 terutang tahun 2006

 

 

 

  5% x Rp 25.000.000,00 =

Rp

1.250.000,00

 

 

 

10% x Rp 4.804.000,00 =

Rp

480.400,00

 

 

 

 

Rp

1.730.400,00

 

 

PPh Pasal 21 tahun 2006 terutang di

PT Harapan Sejahtera sesuai dengan

Form  1721 – A1

 

 

Rp

 

 

163.000,00

 

PPh Pasal 21 tahun 2006 terutang di

PT Artha Delta Realty

 

Rp

 

1.567.400,00

 

 

PPh Pasal 21 sebulan di PT Artha Delta Realty

 

 

 

Rp 1.567.400,00 : 7 = Rp 223.914,00

 

 

 

 

 

 

Pengisian Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (Formulir 1721 – A1) oleh PT Artha Delta Realty

 

 

 

Gaji Juni s.d. Desember 2006

 

 

7 x Rp 4.000.000,00

Rp

28.000.000,00

 

Pengurangan :

 

 

1.

Biaya jabatan

5% x Rp. 28.000.000,00 = Rp 1.400.000,00

 

 

 

Maksimum diperkenankan

 

 

 

7 x Rp 108.000,00

Rp

756.000,00

 

 

2.

Iuran Pensiun

 

 

 

7 x Rp. 100.000,00

Rp

700.000,00

 

 

 

 

Rp

1.456.000,00

Penghasilan neto 7 bulan

Rp

26.544.000,00

 

Penghasilan neto di PT Harapan Sejahtera

 

 

(sesuai dengan Form 1721 A1)

Rp

16.460.000,00

 

Jumlah penghasilan neto setahun

Rp

43.004.000,00

 

PTKP

 

 

-

untuk WP sendiri

Rp

13.200.000,00

Penghasilan Kena Pajak

Rp

29.804.000,00

 

PPh Pasal 21 terutang tahun 2006

 

 

5% x Rp 25.000.000,00 =

Rp

1.250.000,00

 

 

10% x Rp 4.804.000,00 =

Rp

480.400,00

 

 

 

 

 

Rp

1.730.400,00

 

PPh Pasal 21 terutang di PT Harapan Sejahtera

sesuai dengan Form 1721 – A1

 

Rp

 

163.000,00

PPh Pasal 21 tahun 2006 terutang di

PT Artha Delta Realty

 

Rp

 

1.567.400,00

 

Ph Pasal 21 telah dipotong :

 

 

7 x Rp 223.914

Rp

1.567.400,00

PPh Pasal 21 kurang/lebih dipotong

Rp

NIHIL

 Demikian penjelasan dari kami, semoga memberikan pencerahan.

Wassalam

Team Klinik PajakOnline.com

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 25052 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.