Rabu, 17 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.00570/PP/M.VII/16/2003

A A A 

          Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.00570/PP/M.VII/16/2003

Jenis Pajak

:

Pajak Pertambahan Nilai

 

 

 

Masa Pajak

:

Januari s.d. Desember 1998

 

 

 

Pokok Sengketa

:

Koreksi dasar pengenaan pajak Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp410.415.571,00 karena kurang dilaporkan dari kantor cabang

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Penjualan lain-lain yang kurang dilaporkan oleh PKP Lokasi (Kantor Cabang) sebesar Rp410.415.571,00

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Pemohon telah melaporkan seluruh faktur pajak atas penyerahan yang dipungut Pajak Pertambahan Nilainya dalam SPT Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak 1998.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Perlu dilakukan pencocokan data antara rincian koreksi dari Terbanding dan pembuktian dari Pemohon , dengan hasil sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pencocokan Data hari Selasa, 19 Nopember 2002, yang hasilnya sebagai berikut:

 

 

1.         Pembayaran katalis bekas sebesar Rp.21.413.250,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan keuntungan pembayaran atas penjualan katalis bekas Molibdenum kepada PT KT sebagaimana purchase order No. PO 09801003 tanggal 23 Januari 1998 sebesar US $ 6,105.00.

 

Atas penjelasan Pemohon tersebut, Terbanding menyatakan menerima sepanjang bukti-bukti pendukung ada.

 

Surat dari PT KT kepada Pemohon tanggal 24 Maret 1998 diperoleh bukti dan  penjelasan bahwa katalis molidbenum yang akan dibeli oleh PT KT adalah sebanyak 2000 kg, namun setelah dilakukan penimbangan ulang berat bersih katalis menjadi 2200 kg sehingga terjadi penambahan total pembelian dari US $ 5,500.00 menjadi US $ 6,105.00.

 

Pemohon memperlihatkan bukti berupa nota kredit dari Bank Bapindo atas pembayaran katalis exmolibdenum tanggal 28 Maret 1998 sebesar US$ 4,605.00 (= Rp21.413.250,00).

 

Pasal 16 D Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 mengatur:

 

Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.

 

Selanjutnya penjelasan Pasal 16 D Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 menjelaskan sebagai berikut:

 

Penyerahan mesin, bangunan, peralatan, perabotan atau aktiva lain yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh Pengusaha Kena Pajak, dikenakan pajak sepanjang memenuhi persyaratan, yaitu bahwa Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya, sesuai ketentuan Undang-undang ini dapat dikreditkan.

 

Berdasarkan pemeriksaan dalam berkas banding dan pemeriksaan dalam persidangan tidak diperoleh petunjuk bahwa pajak masukan atas perolehan katalis tersebut telah dikreditkan atau belum, oleh karenanya Majelis tidak memperoleh keyakinan atas dikreditkan atau tidak dikreditkannya pajak masukan atas perolehan aktiva tersebut.

 

Majelis berkesimpulan penjualan katalis bekas yang dilakukan oleh Pemohon adalah termasuk penyerahan yang terutang Pajak Pertambahan Nilai karenanya Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas pembayaran katalis bekas sebesar Rp21.413.250,00 dapat dipertahankan.

 

 

2.         Pembayaran invoice dari PT Krama Padma sebesar Rp6.975.000,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan pembayaran atas penjualan katalis bekas Molibdenum kepada PT KT sebagaimana purchase order No. PO 09801003 tanggal 23 Januari 1998 sebesar US $ 6,105.00.

 

Atas penjelasan Pemohon tersebut, Terbanding menyatakan menerima sepanjang bukti-bukti pendukung ada.

 

Berdasarkan bukti surat dari PT KT kepada Pemohon tanggal 24 Maret 1998 diperoleh penjelasan bahwa katalis molidbenum yang akan dibeli oleh PT KT adalah sebanyak 2000 kg, namun setelah dilakukan penimbangan ulang berat bersih katalis menjadi 2200 kg sehingga terjadi penambahan total pembelian dari US $ 5,500.00 menjadi US $ 6,105.00.

 

Pemohon memperlihatkan bukti berupa nota kredit dari Bank Bapindo atas pembayaran katalis exmolibdenum tanggal 12 Pebruari 1998 sebesar US$ 1,500.00 (=Rp 6.975.000,00).

 

Pasal 16 D Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 mengatur:

 

Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.

 

Selanjutnya Penjelasan Pasal 16 D Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 menjelaskan sebagai berikut:

 

Penyerahan mesin, bangunan, peralatan, perabotan atau aktivalain yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh Pengusaha Kena Pajak, dikenakan pajak sepanjang memenuhi persyaratan, yaitu bahwa Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya, sesuai ketentuan Undang-undang ini dapat dikreditkan.

 

Berdasarkan pemeriksaan dalam berkas banding dan pemeriksaan dalam persidangan tidak diperoleh petunjuk bahwa pajak masukan atas perolehan katalis tersebut telah dikreditkan atau belum, oleh karenanya Majelis tidak memperoleh keyakinan atas dikreditkan atau tidak dikreditkannya pajak masukan atas perolehan aktiva tersebut.

 

Karenanya Majelis berkesimpulan penjualan katalis bekas yang dilakukan oleh Pemohon adalah termasuk penyerahan yang terutang Pajak Pertambahan Nilai karenanya Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas pembayaran katalis bekas sebesar Rp6.975.000,00 dapat dipertahankan.

 

 

3.         Penjualan catcher dan hardener sebesar Rp132.117.750,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan penjualan catcher dan hardener yang sudah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai  Masa Pajak Mei 1998, yang dibuktikan dengan faktur pajak No. CFBQL-722 0006755 dan invoice No. LI-20557, serta dicatat dalam general ledger nomor account 975-9895-9799, sebagaimana diperlihatkan Pemohon dalam pencocokan data dengan pihak Terbanding.

 

Atas bukti-bukti yang diperlihatkan Pemohon tersebut, Terbanding menyatakan menerima pembuktian tersebut.

 

Berdasarkan pencocokan data tersebut Majelis berkesimpulan bahwa atas penjualan cather dan hardener sebesar Rp132.117.750,00 tersebut Pemohon telah menerbitkan faktur pajak dan telah melaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Mei 1998, karenanya koreksi Terbanding atas dasar pengenaan pajak atas penjualan cather dan hardener sebesar Rp132.117.750,00 tidak dapat dipertahankan.

 

 

4.         Invoice penjualan sebesar Rp212.287.500,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan penjualan Li-Melamine Powder kepada PT GUC Industrial dengan nilai sebesar US $ 25,500.00 yang sudah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak April 1998, yang dibuktikan dengan faktur pajak  No. CFBQL-722 0006710  tanggal 21 April 1998 dan invoice No. LI-20512, serta telah dicatat dalam general ledger account 975.9895.9799. 

 

Atas bukti-bukti yang diperlihatkan Pemohon dalam pencocokan data tersebut, Terbanding menyatakan menerima  pembuktian Pemohon.

 

Berdasarkan hasil pencocokan data tersebut terdapat bukti yang cukup meyakinkan Majelis bahwa atas penjualan non produk berupa Li-Melamine Powder sebesar Rp212.287.500,00 tersebut Pemohon telah melaporkannya dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak April 1998, karenanya koreksi positif Terbanding atas invoice penjualan sebesar Rp212.287.500,00 tidak dapat dipertahankan.

 

 

5.         Invoice penjualan sebesar Rp171.500,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan penjualan acetone kepada UD Agenda dengan nilai sebesar Rp171.500,00 yang telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari 1998, dan dibuktikan dengan faktur pajak No. No. CFBQL-722 0006074 dan invoice No. LI-000 19876, serta telah dicatat dalam general ledger nomor account 975.9895.9799.

 

Atas bukti-bukti yang diperlihatkan oleh Pemohon dalam pencocokan data tersebut Terbanding tersebut menyatakan menerima pembuktian Pemohon.

 

Berdasarkan hasil pencocokan data tersebut terdapat bukti yang cukup meyakinkan Majelis bahwa atas penjualan non produk berupa acetone kepada UD Agenda sebesar Rp171.500,00 tersebut Pemohon telah melaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari 1998, karenanya koreksi positif Terbanding atas invoice penjualan sebesar Rp171.500,00 tidak dapat dipertahankan.

 

 

6.         Invoice penjualan sebesar Rp486.500,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan penjualan Acetone kepada PT MGR sebesar Rp486.500,00, yang telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari  1998, yang dibuktikan dengan faktur pajak No.CFBQL-722 0006112 dan invoice No. LI-000 19914, serta dibukukan dalam general ledger No. account 975.9895.9799.

 

Atas bukti-bukti yang diperlihatkan Pemohon dalam pencocokan data antara Pemohon dan Terbanding tersebut, Terbanding menyatakan menerima pembuktian Pemohon.

 

Berdasarkan hasil pencocokan data tersebut terdapat bukti yang cukup meyakinkan Majelis bahwa atas penjualan non produk berupa acetone sebesar Rp486.500,00 Pemohon  telah melaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari 1998, karenanya koreksi positif atas invoice penjualan sebesar Rp486.500,00 tidak dapat dipertahankan.

 

7.         Lain-lain sebesar Rp36.964.205,00

 

Menurut Pemohon jumlah tersebut merupakan keuntungan pembayaran atas jasa giro sebagaimana tercantum dalam general ledger  nomor account 975.9895.9799, dengan rincian sebagai berikut:

 

 

 

Berdasarkan pencocokan data antara Pemohon dan Terbanding, Terbanding menyatakan menerima pembuktian dari Pemohon sepanjang Pemohon dapat memperlihatkan bukti pendukung berupa kredit note yang pada saat pencocokan data dilakukan belum dibawa oleh Pemohon.

 

 

Pemohon memperlihatkan kepada Majelis bukti kredit note atas  rincian tersebut di atas.

 

Berdasarkan pemeriksaan terhadap data-data Pemohon berupa general ledger atas account No. 975.9895.9799 dan kredit note Pemohon diperoleh petunjuk bahwa jumlah sebesar Rp36.964.205,00 yang dikoreksi pihak Terbanding sebagai Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai yang belum dilaporkan Pajak Pertambahan Nilainya, merupakan keuntungan jasa giro yang dimasukkan dalam account  other income dan bukan objek Pajak Pertambahan Nilai, karenanya koreksi positif Terbanding atas penghasilan lain-lain sebesar Rp36.964.205,00 tersebut tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

 

No.

Referensi

Bulan

Jumlah

1.

CN.02.39.02361

Maret 1998

1.048.863

2.

CN.02.0916

Mei 1998

186.733

3.

CN.02.30061998

Juni 1998

1.206.520

4.

CN.02.31071998

Juli 1998

256.543

5.

CN.02.679792

Juli 1998

7.640.299

6.

CN.02.31081998

Agustus 1998

184.351

7.

CN.02.30091998

September 1998

144.612

8.

CN.02.31101998

Oktober 1998

185.857

9.

CN.02.39/177776

Nopember 1998

54.025

10.

CN.02.39/52269

Nopember 1998

89.310

11.

JV.01.50-0184

Nopember 1998

420.000

12.

CN.02.39/19377

Desember 1998

48.815

13.

JV.01.50-0210

Desember 1998

423.576

14.

JV.01.50-0211

Desember 1998

299.108

15.

JV.01.50-0221

Desember 1998

600.422

16.

JV.01.50-0224

Desember 1998

144.640

17.

JV.01.50-0224

Desember 1998

18.937.546

18.

JV.01.50-0231

Desember 1998

5.092.985

 

Jumlah

 

36.964.205

 

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2118 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :