Senin, 22 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.02301/PP/M.II/16/2004

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.02301/PP/M.II/16/2004

Jenis Pajak

:

Pajak Pertambahan Nilai

 

 

 

Masa/Tahun Pajak

:

Januari s.d. Desember 2000

 

 

 

Pokok Sengketa

:

1.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Penjualan Tepung Terigu Berdasarkan Arus Barang Pada Buku Pembelian Dan Buku Penjualan

 

 

2.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Penjualan Gula Pasir Karena Penyerahan Barang Secara Konsinyasi

 

 

3.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Jasa Pengangkutan Dan Komisi Penjualan

 

 

 

 

 

1.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Penjualan Tepung Terigu Berdasarkan Arus Barang Pada Buku Pembelian Dan Buku Penjualan

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Koreksi dilakukan berdasarkan pengujian arus barang yang bersumber dari buku pembelian dan buku penjualan.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Menyatakan dapat menerima koreksi yang dilakukan Terbanding atas penjualan tepung terigu.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Oleh karena Pemohon menyatakan dapat menerima koreksi yang dilakukan Terbanding, maka Majelis berpendapat tidak terdapat sengketa lagi antara Pemohon dengan Terbanding, karenanya koreksi penjualan terigu tersebut tetap dipertahankan.

 

 

 

 

 

2.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Penjualan Gula Pasir Karena Penyerahan Barang Secara Konsinyasi

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Koreksi dilakukan karena adanya penyerahan gula pasir kepada pembeli (penyerahan Barang Kena Pajak secara konsinyasi) adalah terutang Pajak Pertambahan Nilai dan Pemohon wajib memungut, menyetor dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dengan jumlah penyerahan gula pasir selama tahun 2000 adalah sebesar Rp20.700.050.000,00.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Menyatakan bahwa koreksi penjualan gula pasir sebesar Rp20.700.050.000,00 berkaitan dengan omset pada Pajak Penghasilan Badan di mana dalam proses keberatan, omset pada Pajak Penghasilan Badan dikabulkan sedangkan omset untuk Pajak Pertambahan Nilai ditolak.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Dalam persidangan Pemohon menyerahkan data pendukung berupa Keputusan Terbanding Nomor : KEP-80/WPJ.15/BD.0303/2002 tentang keputusan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan.

 

Dari penelitian atas laporan pemeriksaan pajak, diketahui bahwa untuk menetapkan Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai, Pemeriksa melakukan equalisasi dengan peredaran usaha Pajak Penghasilan Badan.

 

 

Dari penelitian uraian pemandangan keberatan Pajak Penghasilan Badan, diketahui bahwa koreksi penjualan gula pasir sebesar Rp20.700.050.000,00 telah dibatalkan.

 

Berdasarkan uraian dan keterangan tersebut di atas Majelis berpendapat, oleh karena dalam uraian pemandangan keberatan Pajak Penghasilan Badan koreksi penjualan gula pasir sebesar Rp20.700.050.000,00 telah dibatalkan padahal Terbanding dalam menetapkan Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai menggunakan asas equalisasi dengan peredaran usaha menurut Pajak Penghasilan Badan, maka koreksi penjualan gula pasir tersebut tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

 

3.      Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Atas Jasa Pengangkutan Dan Komisi Penjualan

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Jasa pengangkutan barang yang dilakukan Pemohon sesuai dengan Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1994 tidak termasuk jasa yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Menyatakan dapat menerima koreksi yang dilakukan Terbanding atas jasa pengangkutan dan komisi penjualan.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Oleh karena dalam persidangan Pemohon dapat menerima koreksi yang dilakukan Terbanding atas jasa pengangkutan dan komisi penjualan, maka Majelis berpendapat sudah tidak terdapat sengketa lagi antara Pemohon dengan Terbanding, karenanya koreksi Terbanding tersebut tetap dipertahankan.

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2254 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :