Kamis, 21 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Pelayaran dan Penerbangan Luar Negeri

A A A 

Pelayaran dan Penerbangan Luar Negeri  
KMK - 417/KMK.04/1996
SE - 32/PJ.4/1996

Apa yang dimaksud dengan Wajib Pajak perusahaan pelayaran/penerbangan luar negeri?
Wajib Pajak perusahaan pelayaran dan atau penerbangan yang bertempat kedudukan di luar negeri yang melakukan usaha melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia
 
   

 

Berapa norma penghasilan neto Wajib Pajak perusahaan pelayaran/penerbangan luar negeri?
6% x Peredaran Bruto;
 
   

 

Siapakah yang memotong PPh atas penghasilan perusahaan pelayaran/penerbangan luar negeri?
Penyewa atau pengguna jasa, kecuali penyewanya WP Orang Pribadi atau bukan subjek pajak
 
   

 

Bagaimana perlakuan perpajakan atas penghasilan yang diterima Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran/Penerbangan Luar Negeri apabila penghasilan diterima berdasarkan perjanjian persewaan (charter)?
Pihak yang membayar atau mencharter wajib :
1. Memotong PPh terutang pada saat pembayaran atau terutangnya imbalan atau nilai pengganti, sebesar 2,64% dari biaya charter;
2. Memberikan bukti potong PPh Penghasilan Pelayaran/Penerbangan Luar Negeri (final) kepada pihak yang menerima atau memperoleh penghasilan;
3. Menyetor PPh terutang kepada bank persepsi/kantor pos selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya setelah bulan pembayaran dengan SSP;
4. Melapor ke KPP selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya setelah pembayaran/terutangnya imbalan dengan lampiran: lembar ke-3 SSP dan lembar ke-2 bukti potong final.
 
   

 

Berapa tarif PPh atas penghasilan yang diterima Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran/Penerbangan Luar Negeri?  
 
  2,64% dari peredaran bruto dan bersifat final.  
   
Bagaimana cara penyetoran dan pelaporan PPh atas penghasilan perusahaan pelayaran/penerbangan luar negeri apabila penyewa atau pengguna jasa adalah WP Orang Pribadi atau bukan subjek pajak?
1. Menyetor sendiri PPh terutang selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan diterimanya penghasilan dengan SSP Final; dan
2. Melapor selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya;
 
   

 

Bagaimana cara penyetoran dan pelaporan PPh atas penghasilan perusahaan pelayaran/penerbangan luar negeri apabila penyewa atau pengguna jasa adalah WP Orang Pribadi atau bukan subjek pajak?
1. Menyetor sendiri PPh terutang selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan diterimanya penghasilan dengan SSP Final; dan
2. Melapor selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya;
 
   

 

Bagaimana tata cara penyetoran dan pelaporan PPh atas penghasilan yang diterima Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran/Penerbangan Luar Negeri apabila penghasilan diterima selain dari perjanjian persewaan (charter)?
1. Menyetor PPh terutang kepada bank persepsi/kantor pos selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan diterimanya penghasilan dengan SSP Final; dan  
 
2. Melapor ke KPP selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya;

 

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 9730 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :