Sabtu, 23 Juni 2018  

Belajar Perpajakan

Kerahasiaan Bank dalam Kaitannya dengan Pemeriksaan Pajak

A A A 


Kerahasiaan Bank dalam Kaitannya dengan Pemeriksaan Pajak ( SE - 07/PJ.7/1995 )

Dalam kaitannya dengan pemeriksaan Bank dapat berkedudukan sebagai Wajib Pajak, wajib Pungut atau pemotong pajak dan sebagai pihak ketiga dalam kaitannya dengan Wajib Pajak lain yang diperiksa.

a.

Bank sebagai wajib pajak, wajib pungut/potong

1)

Apabila Bank sebagai wajib pajak, wajib pungut/potong sedang dilakukan pemeriksaan maka berdasarkan Pasal 29 c UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang KUP maka kewajiban merahasiakan sehingga dapat dijadikan alasan oleh bank untuk tidak memperlihatkan/meminjamkan segala macam pembukuan/pencatatan yang diperlukan ditiadakan

2)

Beberapa contoh peniadaan kerahasiaan bank adalah :

-

untuk dapat menguji kelengkapan dan kebenaran bunga yang dibayar atau diperoleh bank, maka kerahasian nama dan identitas deposan dan nasabah penerima kredit ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan pajak

-

Untuk dapat menguji kebenaran kerugian yang diderita karena penghapusan kredit yang macet, maka kerahasiaan, nama dan identitas nasabah yang kreditnya macet dan dihapus ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan pajak

-

untuk dapat menguji kelengkapan dan kebenaran kewajiban pemungutan dan pemotongan pajak, maka kerahasiaan nama dan identitas nasabah atau pihak yang kena pemungutan atau pemotongan pajak ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan

b.

Bank sebagai pihak ketiga
Apabila dalam pemeriksaan Wajib Pajak lain diperlukan keterangan atau bukti-bukti dari bank maka bank harus memberikan keterangan atau bukti-bukti tersebut atas perintah tertulis dari Menteri Keuangan kepada bank yang bersangkutan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 4929 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :