Sabtu, 21 April 2018  

Belajar Perpajakan

Penyegelan

A A A 

I. PEMERIKSAAN PAJAK

Penyegelan dan Tata Cara Penyegelan ( KEP - 18/PJ/1995, KEP - 343/PJ./2002 )

Penyegelan dapat dilakukan apabila :

  1. Wajib Pajak atau wakil/kuasanya tidak memberi kesempatan untuk membuka atau memasuki ruangan yang diduga sebagai tempat untuk menyimpan dokumen, uang, barang, dan atau benda-benda lain yang dapat memberi petunjuk tentang keadaan usaha Wajib Pajak atau tidak ada ditempat saat pemeriksaan dilakukan

  2. Wajib Pajak menolak memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan dan/atau sebagai upaya pengamanan sebelum pemeriksaan ditunda
    Tujuan penyegelan adalah agar dokumen, uang, barang dan/atau benda-benda lain tidak dipindahtangankan, dihilangkan, dimusnahkan, diubah, dirusak, ditukar, atau dipalsukan

Tata cara penyegelan :

  1. Pemeriksa pajak menempelkan kertas segel sedemikian rupa sehingga tempat atau ruangan yang disegel tidak dapat dimasuki, dibuka, dipindahkan atau dilepas tanpa merusak kertas segel.

  2. Kertas segel yang ditempel harus ditandatangani Pemeriksa Pajak dan distempel oleh instansi yang melakukan penyegelan.

  3. Penyegelan dilakukan berdasarkan surat perintah pemeriksaan dengan disaksikan oleh 2 orang saksi, dimana salah satu saksi adalah Wajib Pajak yang diperiksa atau wakil/kuasanya atau pegawainya dalam hal Wajib Pajak atau wakil/kuasanya tidak berada di tempat.

  4. Pemeriksa wajib membuat berita acara penyegelan dan ditandatangani pemeriksa pajak dan 2 orang saksi. Apabila saksi menolak menandatangani berita acara penyegelan, pemeriksa pajak mencatat penolakan tersebut dalam berita acara penyegelan dengan menyebut alasannya. Berita acara peyegelan dibuat minimal 2 rangkap dan aslinya diserahkan ke Wajib Pajak.

  5. Penyegelan dibuka kembali oleh pemeriksa pajak apabila Wajib Pajak atau wakil/kuasanya telah memberi izin kepada pemeriksa pajak untuk memasuki atau memeriksa tempat atau ruangan yang disegel yang disertai 2 orang saksi dimana salah satu saksi adalah Wajib Pajak yang diperiksa atau wakil/kuasanya atau pegawainya dalam hal Wajib Pajak atau wakil/kuasanya tidak berada di tempat.

  6. Setelah lewat batas 6 (enam) hari wajib pajak yang diperiksa atau kuasanya tetap tidak memberi ijin untuk membuka/memasuki tempat atau ruangan yang disegel, Pemeriksa pajak berwenang membuka secara paksa dan memasuki tempat atau ruangan yang disegel serta melakukan pemeriksaan.

  7. Pemeriksa wajib membuat berita acara pembukaan kertas segel dan ditandatangani pemeriksa dan 2 orang saksi. Apabila saksi menolak menandatangani berita acara pembukaan kertas segel, pemeriksa pajak mencatat penolakan tersebut dalam berita acara pembukaan kertas segel dengan menyebut alasannya. Berita acara pembukaan kertas segel dibuat minimal 2 rangkap dan aslinya diserahkan ke Wajib Pajak.

  8. Apabila kertas segel yang ditempelkan rusak, pemeriksa membuat Berita Acara mengenai kerusakan tersebut dan dilaporkan kepada Polisi.

  9. Dalam melaksanakan penyegelan, pemeriksa pajak dapat meminta bantuan dari kepolisian negara dan/atau pemerintah daerah setempat

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 7491 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :