Minggu, 17 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Persediaan

A A A 

Apa dasar penilaian persediaan barang?
Biaya perolehan (Historical Cost)

Pasal 6 UU PPh

 

Metode apa yang digunakan dalam penilaian persediaan barang untuk penghitungan harga pokok yang diperbolehkan UU Perpajakan?
- Metode FIFO (First In First Out)
- Metode Rata-rata tertimbang (Average)

Pasal 6 UU PPh

Bagaimana penghitungan Harga Pokok Penjualan apabila penilaian persediaan barang menggunakan metode First In First Out (FIFO) ?
         
Data persediaan :      
- Persediaan awal 100 unit, perunit

Rp1.000.000

 
- Pembelian 5 Januari 200 unit, perunit

Rp2.000.000

 
- Pembelian 10 Januari 300 unit, perunit

Rp3.000.000

 
- Penjualan 15 Januari 400 unit, perunit

Rp4.000.000

 
         
Penghitungan HPP      
Penjualan    

Rp1.600.000.000

HPP adalah :      
  - Persediaan awal 100 unit x Rp1.000.000

Rp100.000.000

 
  - Pembelian 5 Januari 200 unit x Rp2.000.000

Rp400.000.000

 
  - Pembelian 10 Januari 100 unit x Rp3.000.000

Rp300.000.000

 
  - Total terjual 400 unit  

(Rp800.000.000)

Laba Kotor    

Rp800.000.000

Persediaan akhir :      
  - 200 unit, perunit Rp3.000.000 =

Rp600.000.000

 

 

Bagaimana penghitungan Harga Pokok Penjualan apabila penilaian persediaan barang menggunakan metode rata-rata tertimbang (Weighted Average)?
         
- Persediaan awal 100 unit, perunit

Rp1.000.000

 
- Pembelian 5 Januari 200 unit, perunit

Rp2.000.000

 
- Pembelian 10 Januari 300 unit, perunit

Rp3.000.000

 
- Penjualan 15 Januari 400 unit, perunit

Rp4.000.000

 
Persediaan barang sampai dengan 15 Januari :    
  - 100 unit x Rp1.000.000 = Rp100.000.000    
  - 200 unit x Rp2.000.000 = Rp400.000.000    
  - 300 unit x Rp3.000.000 = Rp900.000.000    
  600 unit Rp1.400.000.000    
         
  Maka harga rata-rata per-unit =

Rp1.400.000.000 =

Rp2.333.333

 
   

600

   
Penghitungan HPP :      
Penjualan    

Rp1.600.000.000

HPP adalah :      
  - Unit terjual 400 unit x Rp2.333.333

 

(Rp933.333.333)

Laba Kotor    

Rp666.666.6667

Persediaan akhir :      
  - 200 unit, perunit Rp2.333.333 =

Rp466.666.667

 

 

Apakah Wajib Pajak dapat menggunakan metode lain selain rata-rata tertimbang (Weighted Average) atau First In First Out (FIFO) dalam menghitung persediaan barangnya?
Dapat, yaitu berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak

Pasal 28 ayat (5) UU PPh

Bagaiman penerapan metode penilaian persediaan barang dalam pembukuan Wajib Pajak?
Wajib Pajak hanya boleh memilih salah satu metode penilaian persediaan barang dalam pembukuannya yaitu rata-rata tertimbang (Weighted Average) atau First In First Out (FIFO) dan berlaku untuk tahun-tahun berikutnya.
Namun Wajib Pajak dapat menggunakan metode penilaian persediaan barang dalam pembukuannya selain metode rata-rata tertimbang (Weighted Average) atau First In First Out (FIFO) sepanjang mendapat persetujuan Dirjen Pajak

Pasal 28 ayat (5) UU PPh

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 25435 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :