Senin, 22 September 2014  

Belajar Perpajakan

Pelaporan PPh Pasal 21/26 Oleh Pemotong Pph Pasal 21

A A A 

 

Pelaporan PPh Pasal 21/26 oleh Pemotong PPh Pasal 21 (Pemberi Kerja)

  1. Pelaporan PPh Pasal 21/26 Masa :

    Atas pemotongan PPh Pasal 21/26 yang dilakukan untuk setiap masa pajak (setiap bulan) harus dimasukkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak atau Kantor Penyuluhan Pajak selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya.

  2. Pelaporan PPh Pasal 21/26 Tahunan :

    a.

    Dalam waktu 2 bulan setelah tahun takwim berakhir (termasuk wajib pajak yang tahun bukunya tidak sama dengan tahun takwim) harus dilakukan penghitungan kembali PPh Pasal 21 yang terutang untuk tahun takwim tersebut. Dalam hal PPh Pasal 21 kurang dipotong, maka harus dilakukan pemotongan lagi pada bulan dilakukannya penghitungan kembali. Dan dalam hal terjadi kelebihan pemotongan, kelebihan tersebut dapat diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang pada bulan dilakukannya penghitungan kembali.

    b.

    Pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21 (Form 1721 beserta lampirannya) selambat-lambatnya tanggal 31 Maret tahun takwim berikutnya (termasuk wajib pajak yang tahun bukunya tidak sama dengan tahun takwim).

    c.

    Dasar Penghitungan PPh Pasal 21 Tahunan :

    -

    Untuk pegawai tetap yang telah bekerja sejak awal tahun dan berhenti bekerja dalam tahun berjalan atau pegawai tetap yang mulai bekerja dalam tahun berjalan, maka jumlah penghasilan yang sebenarnya diterima/diperoleh dalam tahun pajak/bagian tahun takwim tidak disetahunkan.

    -

    Untuk pegawai tetap pendatang dari luar negeri yang mulai bekerja dalam tahun berjalan, maka jumlah penghasilan yang diterima/diperoleh dalam tahun pajak/bagian tahun takwim disetahunkan.

    -

    Untuk pegawai tetap yang meninggal dunia/meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya dalam tahun berjalan, maka jumlah penghasilan yang diterima//diperoleh dalam tahun pajak/bagian tahun takwim disetahunkan.

    d.

    Apabila terdapat pegawai asing harus dilampiri foto kopi surat ijin kerja dari Depnaker/Instansi terkait.

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 19704 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :