Senin, 18 Juni 2018  

Belajar Perpajakan

Angsuran Pph Pasal 25 Dalam Masa Transisi Tahun Pajak 2001

A A A 

ANGSURAN PPH PASAL 25 DALAM MASA TRANSISI TAHUN PAJAK 2001

Angsuran PPh Pasal 25 dalam Masa Transisi Tahun Pajak 2001 (KEP - 210/PJ./2001)

Besarnya angsuran PPh Pasal 25 mulai bulan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2000 dihitung dengan cara sebagai berikut :                  

PPh Terutang tahun 2000 dengan tarif baru   Angsuran PPh Pasal 25 tahun 2001 dengan tarif lama

X

 
PPh terutang tahun 2000 dengan tarif lama    

contoh 1 :

SPT Tahunan PPh Badan Tahunn 2000:    
Penghasilan Kena Pajak      200.000.000,00  
PPh terutang (tarif lama)   51.250.000,00
Kredit pajak (PPh Pasal22, 23, dan 24)      15.250.000,00  
PPh Pasal 25 + 29        36.000.000,00  
PPh Pasal 25 Tahun 2001 :    
Berdasarkan ketentuan lama = 36 Juta/12   3.000.000,00
PPh terutang berdasarkan tarif baru 42.500.000,00  
Angsuran PPh pasal 25 mulai bulan Maret 2001= (42.500.000/51.250.000) x 3.000.000          2.487.804,87
Angsuran PPh Pasal 25 harus dihitung kembali

Contoh 2 :

Menurut SPT PPh Tahunn Pajak 2000 :    
Penghasilan Kena Pajak 100.000.000,00    
PPh terutang (tarif lama)   21.250.000,00
Kredit pajak (PPh Pasal 22,23, dan 24)             3.250.000,00  
Bulan Juni 2001 diterbitkan SKP tahun pajak 2000 :    
Penghasilan Kena Pajak      200.000.000,00    
PPh terutang (tarif lama)   51.250.000,00
Kredit pajak (PPh Pasal 22,23, dan 24)             3.250.000,00  
PPh yang harus dibayar sendiri 48.000.000,00  
Penghitungan PPh Pasal 25 mulai bulan Juli 2001 :    
PPh Pasal 25 Berdasarkan tarif lama = 48 juta/12 4.000.000,00  
PPh terutang berdasarkan tarif baru 42.500.000.00  
PPh Pasal 25 mulai Bulan Juli 2001 = (42.500.000/51.250.000) x 4.000.000        3.317.073.17

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 5044 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :