Kamis, 23 Nopember 2017  

Belajar Perpajakan

PPh Ditanggung Pemerintah Atas Penghasilan Yang Diterima Oleh Pekerja Sampai Dengan Sebesar Upah Minimum Propinsi Atau Upah Minimum Kabupaten/Kota

A A A 

PPH DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PEKERJA SAMPAI DENGAN SEBESAR UPAH MINIMUM PROPINSI ATAU UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA


Dasar Hukum :

- Peraturan Pemerintah Nomor 72 TAHUN 2001
- KMK Nomor 42/KMK.03/2002
- Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2003 Jo 70/KMK.03/2003
  • Pajak Penghasilan atas penghasilan yang diterima oleh pekerja sampai dengan sebesar Upah Minimum Propinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) ditanggung oleh Pemerintah.

  • Dalam hal pekerja memperoleh penghasilan melebihi UMP atau UMK, maka Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan tersebut dihitung dan dibayar sesuai penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21, yaitu tarif Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak. Besarnya Penghasilan Kena Pajak adalah penghasilan bruto dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak.

  • Bagi propinsi yang belum menetapkan UMP / UMK, maka batasan PPh ditanggung berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) yang masih berlaku.

  • Sejak tanggal 20 Januari 2003, pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah adalah sebesar pajak penghasilan atas penghasilan sampai dengan sebesar UMP/UMK setelah dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

  • Dalam hal PTKP lebih besar dari UMP/UMK, maka tidak pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah.

  • Pajak penghasilan yang wajib dipotong atas penghasilan pekerja adalah pajak penghasilan terutang setelah dikurangi dengan pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah.

Contoh perhitungan :

1.

Budiman adalah pegawai tidak tetap di PT Maju Terus yang berlokasi di Padang. Budiman belum menikah menerima penghasilan sebesar Rp 600.000,00 sebulan. Misalkan UMP di Padang sebesar Rp 350.000,00 sebulan. Maka besarnya PPh terutang adalah sebagai berikut :

  PPh Pasal 21 terutang :
  Penghasilan sebulan Rp 600.000,00    
  PTKP (TK/-) sebulan Rp 240.000,00    
     
   
    Rp 360.000,00    
  PPh Pasal 21 (5% x Rp 360.000,00)     Rp 18.000,00
           
  PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah        
  UMP (Padang) sebulan Rp 350.000,00    
  PTKP (Tk/-) sebulan Rp 240.000,00    
     
   
  Penghasilan yang PPh-nya ditanggung pemerintah Rp 110.000,00    
  PPh Pasal 21 (5% x Rp 110.000,00)     Rp 5.500,00
         
  PPh Pasal 21 yang harus dipotong     Rp 12.500,00

 

2.

Abdul Hakim, belum menikah adalah pegawai tetap pada koperasi Tahu Tempe Samarinda di Propinsi Kalimantan Timur dengan menerima penghasilan sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 25.000,00 sebulan. Misalkan UMP di Kaltim sebesar Rp 540.000,00 sebulan.

  PPh Pasal 21 terutang :
  Penghasilan sebulan     Rp 2.000.000,00
  Pengurang :        
  1. Biaya jabatan (5% x Rp 2.000.000,00) Rp 100.000,00    
  2. Iuran pensiun Rp 25.000,00    
     
   
        Rp 125.000,00
         
  Penghasilan neto sebulan     Rp 1.875.000,00
  PTKP (TK/-) sebulan     Rp 240.000,00
         
  Penghasilan Kena Pajak     Rp 1.635.000,00
  PPh Pasal 21 (5% x Rp 1.635.000,00)     Rp 81.750,00
  PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah        
  UMP (Kaltim) sebulan Rp 540.000,00    
  PTKP (TK/-) sebulan Rp 240.000,00    
     
   
  Penghasilan yang PPh-nya ditanggung pemerintah Rp 300.000,00    
  PPh 21 ditanggung pemerintah (5% x Rp 300.000,00)     Rp 15.000,00
         
  PPh Pasal 21 yang harus dipotong     Rp 66.750,00

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 7990 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :