Selasa, 24 April 2018  

Belajar Perpajakan

Kontrak Investasi Kolektif

A A A 

KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
(KEP - 147/PJ/2003)


A. Defenisi

-

Kontrak Investasi Kolektif (Collective Investment Contract) adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan di mana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengolah fortofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif

-

Efek Beragun Aset (Asset Backed Securities) adalah Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif yang fortofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul  dari surat berharga komersial, sewa guna usaha, perjanjian jual beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan , tagihan kartu kredit, pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen , efek bersifat utang yang dijamin oleh Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (Credit Enhancement)/Arus Kas (Cash Flow) serta aset keungan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut

-

Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap adalah Efek Beragun Aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran  dengan jadwal tertentu, walaupun jadwal pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu

-

Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap adalah Efek Beragun Aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap

-

Manajer Investasi adalah pihak yang mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

-

Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya

-

Unit Penyertaan adalah satuan ukuran yang menunjukan bagian kepentingan setiap  pihak dalam fortofolio investasi kolektif

-

Kreditur Awal (Originator) adalah pihak yang telah mengalihkan aset keuangannya kepada para pemegang Efek Beragun Aset secara kolektif dimana aset keuangan tersebut diperoleh pihak yang bersangkutan karena pemberian pinjaman, penjualan dan pemberian jasa lain yang berkaitan dengan usahanya

-

Penyedia Jasa (Servicer) adalah pihak yang bertanggung jawab untuk memperoses dan mengawasi pembayaran yang dilakukan debitur, melakukan tindakan awal berupa peringatan atau hal -hal lain karena debitur terlambat atau gagal memenuhi kewajibannya, melakukan negosiasi, menyelesaikan tuntutan terhadap debitur dan jasa lain yang ditetapkan dalam kontrak.

 

B. Subjek Pajak, Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak

1. Subjek Pajak

-

KIK-EBA termasuk Subjek Pajak Badan yang perlakuannya disamakan dengan perkumpulan modal yang tidak terbagi atas saham

-

Pemegang unit penyertaan KIK-EBA Arus Kas Tidak Tetap diperlakukan sama dengan anggota perkumpulan modal

-

Pemegang unit penyertaan  KIK-EBA Arus Kas Tetap diperlakukan sama dengan kreditor obligasi perkumpulan modal

 2. Objek Pajak

- penghasilan yang diterima atau diperoleh KIK-EBA dari portofolio aset keuangan

3. Bukan Objek Pajak

- Penghasilan yang diterima atau diperoleh pemegang unit penyertaan KIK-EBA Arus Kas Tidak Tetap, berupa bagian laba termasuk keuntungan modal dari penjualan unit penyertaan (UU Nomor 17 Tahun 2000)

 

C. Pengenaan PPh atas KIK-EBA dan Investornya

Bagaimana perlakuan pajak atas KIK-EBA dan investornya ?

1. Perlakuan Pajak-nya

-

Penghasilan Kena Pajak diperoleh dari pengurangan penghasilan bruto dengan :

 

a)

Biaya-biaya 3 M (mendapatkan, menagih dan memelihara) penghasilan

 

b)

Bunga yang dibayarkan/terutang kepada pemegang unit penyertaan KIK-EBA Arus Kas Tetap

 

c)

Imbalan jasa yang dibayarkan /terutang kepada kepada manajer investasi, Bank Kustodian, akuntan, penyedia jasa, lembaga pemeringkat, konsultan hukum, notaris dsb

 

d)

Keuntungan atau kerugian selisih kurs dari portofolio investasi dalam valuta asing

-

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang bukan objek pajak atau penghasilan yang dikenakan PPh final tidak boleh dijadikan pengurang Penghasilan Kena Pajak

-

Imbalan bunga yang diterima/diperoleh pemegang unit penyertaan KIK-EBA Arus Kas Tetap disamakan dengan obligasi yang dikenakan pemotongan pajak final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2002

-

Besarnya PPh 23/26 yang dipotong oleh Bank Kustodian atas nama KIK-EBA yang bersangkutan adalah  20% dari jumlah bruto

-

Kewajiban perpajakannya dilaksanakan oleh pengurus yaitu Bank Kustodian.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 13500 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :