Senin, 18 Juni 2018  

Belajar Perpajakan

Pengalihan aktiva

A A A 

PENGALIHAN AKTIVA


  1. Dasar-Dasar Penilaian Pengalihan Aktiva
    Pengalihan harta dapat diartikan sebagai pemindahan; penggantian; atau penukaran harta. Sehubungan dengan pengalihan harta tersebut, pihak-pihak yang mengalihkan harus mengetahui nilai atau harga dari aktiva tersebut. Berdasarkan ketentuan pasal 10 UU No. 17 TAHUN 2000, ada beberapa dasar yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian harta, yaitu :

    1. Harga jual
      Harga jual adalah harga yang terjadi atas dasar kesepakatan antara pembeli dengan penjual. Harga jual dapat sama dengan harga pasar atau berbeda dari harga pasar.
    2. Nilai sisa buku (fiskal)
      Nilai sisa buku adalah harga perolehan harta dikurangi dengan akumulasi penyusutan aktiva tersebut
    3. Nilai pasar/nilai wajar
      Nilai pasar atau nilai wajar adalah harga yang berlaku umum dipasaran, yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran atas harta tersebut.
  2. Harga Jual
    Berdasarkan pasal 10 ayat (1) UU No. 17 TAHUN 2000, dasar penilaian untuk transaksi pengalihan harta antara pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan istimewa adalah harga jual.
     

  3. Nilai Sisa Buku (Fiskal)
    Nilai buku digunakan sebagai dasar penilaian pengalihan aktiva dalam hal :

    1. Pengalihan aktiva dalam bentuk bantuan, sumbangan dan hibah (Pasal 10 ayat (4) huruf a UU No. 17 TAHUN 2000).
    2. Pengalihan aktiva dalam warisan (Pasal 10 ayat (4) huruf a UU No. 17 Tahun 2000)
      Nilai sisa buku adalah harga perolehan harta dikurangi dengan akumulasi penyusutan aktiva tersebut. Namun, apabila nilai buku aktiva yang diwariskan tidak dapat diketahui, maka harga perolehan aktiva tersebut akan ditetapkan oleh Dirjen Pajak.
    3. Pengalihan aktiva dalam rangka penggabungan usaha, peleburan usaha dan pemekaran usaha sepanjang telah mendapat ijin dari Dirjen Pajak (KMK 422/KMK.04/1998 Jo 469/KMK.04/1998 Jo 211/KMK.03/2003).
  4. Nilai Pasar
    Nilai pasar digunakan sebagai dasar penilaian pengalihan harta, dalam hal terjadi :

    1. Pengalihan harta dalam hal terdapat hubungan istimewa (Pasal 10 ayat (1) UU No. 17 TAHUN 2000)
    2. Pengalihan aktiva dalam hal terjadi likuidasi (Pasal 10 ayat (3) UU No. 17 TAHUN 2000)
    3. Pengalihan aktiva dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahaan dan pengambilalihan usaha yang tidak memiliki ijin penggunaan nilai buku dari Dirjen Pajak (Pasal 10 ayat (3) UU No. 17 Tahun 2000)
    4. Pengalihan aktiva dalam bentuk sumbangan, bantuan atau hibah tidak murni (Pasal 10 ayat (4) huruf b UU No. 17 TAHUN 2000)
    5. Pengalihan dalam hal terjadi pertukaran (Pasal 10 ayat (2) UU No. 17 TAHUN 2000)
    6. Pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal/inbreng (Pasal 4 ayat (1) huruf d angka ke-1 UU No. 17 Tahun 2000)
    7. Pengalihan harta perseroan, persekutuan dan badan lainnya kepada pemegang saham, sekutu atau anggota (Pasal 4 ayat (1) huruf d angka ke-2 UU No. 17 TAHUN 2000)
© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 11791 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :