Sabtu, 1 Nopember 2014  

Belajar Perpajakan

Kompensasi Kerugian

A A A 

Bagaimana ketentuan mengenai kompensasi kerugian dalam aturan perpajakan?
Apabila penghasilan bruto setelah dikurangi biaya-biaya yang diperkenankan oleh UU PPh didapat kerugian, maka kerugian tersebut dikurangkan dengan penghasilan neto atau laba fiskal selama 5 (lima) tahun berturut-turut dimulai sejak tahun berikutnya sesudah tahun didapatnya kerugian tersebut.
 

Pasal 6 ayat (2) UU PPh

 

Berapa lama kerugian Wajib Pajak dapat dikompensasikan?
Selama 5 tahun berturut-turut sejak Tahun Pajak berikutnya sesudah tahun didapatnya kerugian.
 

Pasal 6 ayat (2) UU PPh

 

Bagaimana penghitungan kompensasi kerugian?
Contoh :
PT. Tridewo dalam tahun 1995 menderita kerugian fiskal sebesar Rp1.200.000.000. Dalam 5 (lima) tahun berikutnya laba rugi fiskal PT. Tridewo sebagai berikut :
 
 

Tahun

laba rugi

1996 Rp200.000.000
1997 (Rp300.000.000)
1998 NIHIL
1999 Rp100.000.000
2000 Rp800.000.000
 
   
 
Kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut :
   
Rugi fiskal 1995

(Rp1.200.000.000)

Laba fiskal 1996

Rp200.000.000

Sisa rugi fiskal 1995

(Rp1.000.000.000)

Rugi fiskal 1997

(Rp300.000.000)

Sisa rugi fiskal 1995

(Rp1.000.000.000)

Laba fiskal 1998

NIHIL

Sisa rugi fiskal 1995

(Rp1.000.000.000)

Laba fiskal 1999

Rp100.000.000

Sisa rugi fiskal 1995

(Rp900.000.000)

Laba fiskal 2000

Rp800.000.000

Sisa rugi fiskal 1995

(Rp100.000.000)

 
   
 
Rugi fiskal tahun 1995 sebesar Rp100.000.000 yang masih tersisa pada akhir tahun 2000 tidak boleh dikompensasikan lagi dengan laba fiskal tahun 1997 sebesar Rp300.000.000 hanya boleh dikompensasikan dengan laba fiskal tahun 2001 dan taun 2002, karena jangka waktu lima tahun yang dimulai sejak tahun 1998 berakhir pada akhir tahun 2002
 

Pasal 6 ayat (2) UU PPh

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 21102 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :