Selasa, 19 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Penghitungan Penghasilan Kena Pajak pada Yayasan Rumah Sakit

A A A 


Penghitungan Penghasilan Kena Pajak pada Yayasan Rumah Sakit

Contoh : Perhitungan Penghasilan Kena Pajak Yayasan Rumah Sakit Y Tahun 2001

  •  

Selama tahun 2001,  Yayasan Y memiliki penghasilan sebesar Rp 2.606.800.000

  •  

Penghasilan yang diperoleh Yayasan Y terdiri dari :

  - Penghasilan usaha pendidikan   = Rp 2.441.800.000,00
  - Hibah = Rp    120.000.000,00
  - Bantuan/Sumbangan = Rp     30.000.000,00
  - Penghasilan bunga deposito = Rp     15.000.000,00
  •  

Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000, hibah dan bantuan/sumbangan yang diterima wajib pajak sepanjang tidak ada hubungan  usaha, pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan antara pihak yang memberi dan menerima, tidak termasuk objek pajak.

 

  •  
Penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak boleh digabungkan dengan penghasilan bruto lainnya.
  •  
Biaya-biaya yang dikeluarkan Yayasan Y secara keseluruhan untuk tahun 2001 sebesar  Rp 2.019.000.000
  •  

Biaya-biaya tersebut terdiri dari :

  - Biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan  (Pasal 6 ayat (1) dan SE - 34/PJ.4/1995 Jo SE - 39/PJ.4/1995)= Rp 1.989.000.000,00
  - Biaya bunga = Rp      30.000.000,00
  •  
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 dan SE - 34/PJ.4/1995 Jo SE - 39/PJ.4/1995, biaya-biaya yang dapat dijadikan pengurang Penghasilan bruto adalah biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan. Biaya yang dikeluarkan untuk penghasilan yang terkena PPh Final dan biaya-biaya yang dikeluarkan atas penghasilan yang bukan objek pajak tidak boleh dijadikan pengurang Penghasilan Kena Pajak .
  •  
Sesuai dengan butir 6 SE - 34/PJ.4/1995 Jo SE - 39/PJ.4/1995, Yayasan dapat dikenakan pajak jika terdapat selisih lebih antara penghasilan bruto yang merupakan objek pajak dengan biaya-biaya yang diperkenankan menjadi pengurang penghasilan bruto.
  •  

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka besarnya PPh terutang yang harus dibayar Yayasan Rumah Sakit Y  adalah sebagai berikut :

1.

Total Penghasilan usaha

 

 

 

 

Rp

2.441.800.000

2.

Penghasilan bukan objek pajak

 

 

 

 

 

 

 

-

Hibah

 

 

Rp

120.000.000

 

 

-

Bantuan/Sumbangan

 

 

Rp

  30.000.000  +

 

Total Penghasilan bukan objek pajak (a)

 

 

Rp

150.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

PKP Final (Bunga Deposito) (b)

 

 

Rp

  15.000.000  +

 

 

 

Total (a+b)

 

 

 

 

Rp

 ( 165.000.000)

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

Penghasilan Bruto

 

 

 

 

Rp

 2.276.800.000

5.

Total Pengeluaran

 

 

Rp

1.989.000.000

 

 

6.

Biaya yang tidak dapat dikurangkan

 

 

 

 

 

 

 

-

Sumbangan

Rp

30.000.000

 

 

 

 

 

Total biaya yang tidak dapat dikurangkan

 

 

 

 

 

 

 

 

Rp

( 30.000.000 )

7.

Biaya yang boleh dikurangkan

 

 

 

 

Rp

 (1.959.000.000)

8.

Selisih lebih/kurang

 

 

 

 

Rp

     317.800.000

9.

Penghasilan Kena Pajak (PKP)

 

 

 

 

Rp

     317.800.000

10

PPh Terutang

 

 

 

 

 

 

 

10%

x

Rp

  50.000.000

=

Rp   5.000.000

 

 

 

 

15%

x

Rp

  50.000.000

=

Rp   7.500.000

30%

x

Rp

217.800.000

=

Rp 65.340.000 +

PPh Terutang

=

Rp 65.340.000

                       

  

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 14095 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :