Rabu, 13 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Bank Umum

A A A 

BANK

Bank Umum (68/KMK.04/1999 Jo 204/KMK.04/2000)

  1. Bank Umum dapat membentuk dana cadangan piutang tak tertagih

  2. Besarnya dana cadangan piutang tak tertagih untuk kredit yang digolongkan lancar, dalam perhatian khusus, dan kurang lancar ditentukan perhitungannya secara bertahap sesuai dengan tabel sbb :

 

Periode Laporan

Penggolongan Kredit

Lancar (Tidak Termasuk SBI dan Obligasi Pemerintah)

Dalam Perhatian Khusus

Kurang Lancar Setelah Dikurangi Nilai Agunan

31-12-98 s.d. 31-5-99

30-6-99 s.d. 30-11-99

31-12-99 s.d. 31-05-2000

30-06-00 s.d. 30-11-00

31-12-00 s.d. 31-05-01

30-6-01 dan seterusnya

0,25%

0,50%

0,625%

0,75%

0,875%

1,00%

1,25%

1,875%

2,50%

3,00%

4,00%

5,00%

3,75%

5,50%

7,50%

10,00%

12,50%

15,00%

  1. Besarnya dana cadangan piutang tak tertagih untuk kredit yang digolongkan macet ditentukan sbb :

  - 50% dari kredit yang digolongkan diragukan setelah dikurangi nilai agunan
  - 100% dari kredit yang digolongkan macet setelah dikurangi nilai agunan.
  1. Jumlah kredit yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk dana cadangan tersebut di atas adalah jumlah pokok pinjaman yang diberikan oleh bank.

  2. Pembentukan dan perhitungan dana cadangan piutang tak tertagih tersebut di atas wajib diaudit akuntan publik yang menyatakan bahwa perhitungan dana cadangan piutang tak tertagih tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan telah dibebankan dalam perhitungan laba rugi komersial.

  3. Bagi bank yang laporan keuangan komersial-nya tidak diaudit oleh Akuntan Publik, pembentukan dan penghitungan dana cadangan piutang tak tertagih, baru dapat dibebankan sebagai biaya apabila telah dilakukan audit khusus (special audit) oleh Akuntan Publik atas pos tersebut dan diberi pernyataan bahwa pembentukan dan penghitungan dana cadangan piutang tak tertagih tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah diperhitungkan dalam perhitungan rugi laba komersial (SE - 09/PJ.42/1999)

  4. Atas penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan (didebit) pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih.

  5. Dalam hal cadangan piutang tak tertagih tidak atau tidak seluruhnya dipakai untuk menutup penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak tertagih, maka jumlah kelebihan cadangan tersebut harus diakui sebagai penghasilan. Dan sebaliknya, apabila jumlah cadangan yang ada tidak mencukupi, maka kekurangannya dibebankan (didebit) sebagai biaya (kerugian).

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 3456 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :