Selasa, 19 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Bank Perkreditan Rakyat

A A A 

Bank Perkreditan Rakyat ( 204/KMK.04/2000 Jo SE - 21/PJ.42/2000 )

  1. Bank Perkreditan Rakyat dapat membentuk dana cadangan piutang tak tertagih.

  2. Besarnya dana cadangan piutang tak tertagih tersebut diatur sebagai berikut :

  - 0,5% dari kredit yang digolongkan lancar.
  - 30% dari kredit yang digolongkan lancar setelah dikurangi nilai agunan yang dikuasai.
  - 50% dari kredit yang digolongkan diragukan setelah dikurangi nilai agunan yang dikuasai.
  - 100% dari kredit yang digolongkan macet setelah dikurangi nilai agunan yang dikuasai.
  1. Besarnya nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang dalam menghitung cadangan piutang tak tertagih tersebut setinggi-tingginya :

  - 100% dari nilai agunan yang bersifat liquid.
  - 75% dari nilai agunan lainnya, atau sebesar nilai yang ditetapkan oleh perusahaan penilai.
  1. Jumlah kredit yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk dana cadangan tersebut di atas adalah jumlah pokok pinjaman yang diberikan oleh bank.

  2. Pembentukan dan perhitungan dana cadangan piutang tak tertagih tersebut harus sama dengan jumlah yang dibebankan dalam perhitungan laba rugi komersial.

  3. Atas penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan (didebit) pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih.

  4. Dalam hal cadangan piutang tak tertagih tidak atau tidak seluruhnya dipakai untuk menutup penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak tertagih, maka jumlah kelebihan cadangan tersebut harus diakui sebagai penghasilan. Dan sebaliknya, apabila jumlah cadangan yang ada tidak mencukupi, maka kekurangannya dibebankan (didebit) sebagai biaya (kerugian).

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 5789 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :