Selasa, 19 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Capital Lease ( 1169/KMK.01/1991 Jo SE-10/PJ.42/1994 )

A A A 

Capital Lease ( 1169/KMK.01/1991 Jo SE-10/PJ.42/1994 )

1. Perlakuan Perpajakan Bagi Lessor :

-

Penghasilan lessor (obyek PPh) adalah imbalan jasa SGU (pendapatan bunga), yaitu dihitung dari seluruh pembayaran SGU dikurangi angsuran pokok.

-

Lessor tidak diperbolehkan menyusutkan aktiva yang disewa guna usahakan.

-

Lessor dapat membentuk dana cadangan piutang tak tertagih yang dapat dibiayakan maksimum = 2,5% x saldo rata-rata piutang SGU.

-

Angsuran PPh Pasal 25 dihitung berdasarkan Laporan Keuangan Triwulanan yang disetahunkan.

-

Pembayaran SGU tidak dikenakan PPN.

2. Perlakuan SGU Bagi Lessee :

-

Lessee tidak boleh menyusutkan aktiva tetap yang leasingnya. Hal ini berbeda dengan perlakuan akuntansi komersial. Dalam akuntansi komersial aktiva tetap SGU disusutkan oleh lessee.

-

Angsuran SGU yang dibayar atau terutang kepada lessor (angsuran pokok maupun bunga) diakui sebagai biaya (deductible expense). Hal ini juga berbeda dengan perlakuan akuntansi komersial. Dalam akuntansi komersial angsuran pokok SGU diperlakukan sebagai pembayaran (pelunasan) hutang SGU, sedangkan bunganya merupakan biaya (expense).

-

Dengan demikian, lessee harus melakukan Koreksi Fiskal atas Laporan Keuangannya sbb :

-

Melakukan koreksi biaya penyusutan, yaitu tidak membebankan biaya penyusutan atas aktiva tetap SGU.

-

Melakukan koreksi biaya angsuran SGU, yaitu dengan memasukkan angsuran pokok SGU sebagai biaya (pengurang penghasilan bruto).

-

Biaya bunga tetap dapat diakui sebagai biaya (sama antara akuntansi komersial dengan akuntansi Fiskal)

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 8468 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :