Sabtu, 23 Juni 2018  

Belajar Perpajakan

Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Bagi Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PER-147/PJ/2006)

A A A 

Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Bagi Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PER - 147/PJ./2006)

  • Setiap pemungut kecuali Penerbit SPM wajib menyampaikan SPT Masa PPN untuk pemungut yang terdiri dari Formulir 1107 PUT, Formulir 1107 PUT 1 dan Formulir 1107 PUT 2.

  • SPT Masa PPN bagi Pemungut dapat disampaikan secara manual (dalam bentuk formulir kertas) maupun data elektronik yang disampaikan dalam bentuk media elektronik.

  • Dalam hal SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN yang disampaikan secara manual disampaikan langsung ke KPP, KP4, Kantor Pos atau Perusahaan Jasa Kurir.

  • Dalam hal SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN disampaikan dalam bentuk media elektronik, induk SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN harus disampaikan dalam bentuk formulir kertas (hard copy), ditandatangani dan disampaikan secara manual.

  • Apabila SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN disampaikan oleh Bendaharawan Pemerintah, maka yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan adalah induk SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN dan Lampiran 1 SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (Formulir 1107 PUT 1).

  • Apabila SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN disampaikan oleh selain Bendaharawan Pemerintah maka yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan adalah induk SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN dan Lampiran 2 SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN (Formulir 1107 PUT 2).

  • SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN diisi dan dibuat oleh Bendaharawan Pemerintah, dibuat rangkap 3 (tiga) : lembar ke-1 untuk KPP; lembar ke-2 untuk Penerbit SPM dan lembar ke-3 untuk arsip Bendaharawan Pemerintah.

  • SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN diisi dan dibuat oleh selain Bendaharawan Pemerintah, dibuat rangkap 2 (dua) : lembar ke-1 untuk KPP dan lembar ke-2 untuk arsip Pemungut selain Bendaharawan Pemerintah.

  • Dalam hal SPT dilaporkan NIHIL karena Pemungut PPN tidak melakukan pemungutan PPN atau PPnBM, maka lampiran SPT tidak perlu disampaikan.

  • SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah dilaporkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak dilakukannya pembayaran tagihan terakhir.

  • SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN selain Bendaharawan Pemerintah  selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak dilakukannya pemungutan terakhir.

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 4858 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :