Minggu, 20 April 2014  

Belajar Perpajakan

Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran

A A A 

Bagaimana tata cara pemungutan dan penyetoran PPh Pasal 22?
     
a. PPh Pasal 22 Bendaharawan dan BUMN/BUMD;
  - PPh Pasal 22 yang dipungut, disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas penyerahan barang.
  - Penyetoran PPh Pasal 22 oleh Bendaharawan Pemerintah dengan menggunakan SSP yang diisi atas nama Wajib Pajak rekanan serta ditandatangani oleh Bendaharawan Pemerintah tersebut.
b. PPh Pasal 22 Impor;
  - Dalam hal dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, disetor sehari setelah pemungutan
  - Dalam hal dilakukan Importir harus melunasi sendiri PPh Pasal 22 yang terutang.
  - Dalam hal pembayaran Bea Masuk ditunda atau dibebaskan, maka harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen impor (PIB).
c. PPh Pasal 22 atas industri tertentu;
  - Pemungutan dan penyetoran dilakukan oleh pemungut pajak atas nama Wajib Pajak yang dipungut;
  - Pemungut harus menerbitkan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22;
  - Atas penjualan industri tertentu dipungut pada saat penjualan.
  - Penyetorannya dilakukan secara kolektif paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan takwim berikutnya.
d. Bahan Bakar Minyak Jenis Premix, Super TT, dan Gas;
  - Dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak (penyalur, dealer, agen) sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang (Delivery Order) ditebus.
e. Hasil Perhutanan, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan
  - Dipungut pada saat pembelian.
  - Dipungut dan disetor oleh badan usaha industri dan eksportir yang melakukan pembelian atas nama Wajib Pajak Penjual.
  - Pemungut menerbitkan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22.
  - Penyetoran PPh Pasal 22 dilakukan secara kolektif paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan takwim berikutnya.
 

KMK No. 254/KMK.03/2001 stdtd KMK No. 236/KMK.03/2003

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 10057 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :