Senin, 22 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Mekanisme Pengenaan PPN atas Produk Rekaman Suara dan/atau Gambar

A A A 


Mekanisme Pengenaan PPN atas Produk Rekaman Suara dan/atau Gambar( SE - 13/PJ.51/2000 Jo SE - 24/PJ.51/2001 Jo KEP - 552/PJ./2001 Jo KEP - 337/PJ./2003) :

1)

Dalam penghitungan Dasar Pengenaan Pajak tersebut telah diperhitungkan nilai tambah atas penyaluran/keagenannya, maka penyalur/agen kaset isi, compact disc (CD), laser disc (LD), video compact disc karaoke (VCD.K) atau laser disc karaoke (LD.K) tidak perlu dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

2)

Meskipun demikian, bagi PKP Pedagang Eceran yang menggunakan Nilai lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak wajib mengenakan PPN 10% atas penyerahan kaset/CD/LD/CD.K/LD.K sebagai barang dagangannya. PPN yang disetor ke kas negara dihitung sebesar 10% x 20% x seluruh penyerahan barang dagangan.

3)

Produsen media rekaman yang menyerahkan media rekaman wajib memotong PPnBM yang terutang, karena media rekaman adalah Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.

4)

Produsen media rekaman yang melakukan pembelian media rekaman, secara terpisah-pisah (pita kosong sendiri, C-zero sendiri, snappac sendiri), diperlakukan sebagai pabrikan media rekaman yang siap rekam dan atas penyerahannya terutang PPn BM dengan tarif 20%.

5)

PPn BM yang dibayar atas impor atau perolehan bahan baku media rekaman oleh pabrikan yang memproduksi media rekaman tidak dapat dikompensasi atau dikemba1ikan namun dapat dibebankan sebagai biaya sesuai ketentuan perundang-undangan Pajak Penghasilan.

6)

Pajak Masukan yang tercantum dalam Faktur Pajak Setandar atas :

-

pembelian media rekaman (kaset kosong, CD kosong, atau LD kosong);

-

pembayaran royalty;

-

pembayaran pencetakan label;

-

pembayaran jasa rekaman;

-

pembelian atau pembuatan master rekaman lagu/ suara;

-

pembayaran jasa periklanan pada televisi, radio, majalah, dan surat kabar.

dapat digunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penembusan stiker lunas PPN.
Unsur PPn BM yang tercantum dalam Faktur Pajak tidak ikut diperhitungkan.

7)

Dalam hal jumlah nilai stiker lunas PPN yang diminta lebih besar daripada jumlah Pajak Masukan tersebut di atas kekurangannya disetor tunai menggunakan SSP ke kas negara.

8)

Pajak Masukan yang dapat dikreditkan selain yang tersebut di atas, tetap dapat dikreditkan sehingga dapat dikompensasi atau direstitusi.

9)

Dalam hal sampai dengan akhir suatu Masa Pajak masih terdapat Pajak Masukan yang dimaksud pada huruf di atas, yang belum digunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker, maka Pajak Masukan tersebut dapat dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker Masa Pajak berikutnya selambat-lambatnya pada bulan ketiga setelah akhir tahun buku yang bersangkutan atau dibebankan sebagai biaya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pajak Penghasilan:

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 6077 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :