Jumat, 18 Oktober 2019  

Belajar Perpajakan

PPN atas Penyerahan Film Rekaman Video

A A A 


PPN atas Penyerahan Film Rekaman Video

1. Dasar Hukum KMK No. 580/KMK.04/1997 Jo No. 581/KMK.04/1997 Jo KEP - 209/PJ./1997 Jo SE - 35/PJ.51/1997 (berlaku sampai dengan 31 Maret 2002)

2. Film rekaman video dibedakan dalam empat jenis, yaitu:

 -

Kode FV.1 untuk Pita Video (Video Kaset)

 -

Kode FV.2 untuk Video Compact Disc (VCD)

 -

Kode FV.3 untuk Laser Disc (LD)

 -

Kode FV.4 untuk Digital Versatile Disc (DV)

3. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk menghitung PPN yang terutang ditetapkan sebagai berikut:

 -

Rp 25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah), untuk penyerahan rekaman video jenis FV .1, sehingga jum1ah PPN yang terutang adalah Rp 2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah) per kopi judul film

 -

Rp 30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah), untuk video jenis FV .2, sehingga jumlah PPN yang terutang adalah Rp 3.000,00 (tiga ribu rupiah) per kopi judul film

 -

Rp 75.000,00 (tujuh puluh lima ribu rupiah), untuk penyerahan rekaman video jenis FV.3, sehingga jumlah PPN yang terutang adalah Rp 7.500,00 (tujuh ribu 1ima ratus rupiah) per kopi judul film.

 -

Rp 65.000,00 (enam puluh lima ribu rupiah rekaman video jenis FV .4, sehingga PPN yang terutang adalah Rp 6.500,00 (enam ribu lima ratus rupiah) per kopi judul film

4. Dalam penentuan DPP tersebut, telah diperhitungkan nilai tambah sampai dengan tingkat penyaluran/ penyewaan film rekaman video, sehingga penyalur/ rental tidak perlu lagi dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

5. Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran yang juga memperdagangkan film rekaman video yang     dalam penghitungan pajaknya menggunakan Nilai Lain sebagai DPP, wajib memungut PPN dengan tarif 10% (sepuluh persen) atas penyerahan BKP dan menyetorkannya ke Kas Negara sebesar 2% (dua persen) dari seluruh penyerahan barang dagangannya.

6. Pabrikan media rekaman video yang menyerahkan media rekaman wajib memungut PPnBM yang terutang, karena media rekaman adalah BKP yang Tergolong Mewah. Demikian pula apabila produsen rekaman video melakukan pembelian media rekaman secara terpisah-pisah (pita kosong sendiri, snappack sendiri), dianggap sebagai pabrikan media rekaman suara yang siap rekam dan atas penyerahannya terutang PPnBM dengan tarif 20% (dua puluh persen).

7. Perlakuan Pajak Masukan yang tercantum dalam Faktur Pajak Standar atas:

 -

pembelian media rekaman video;

 -

pembe1ian rekaman video;

 -

pembayaran royalty;

 -

pembayaran pencetakan label;

 -

pembayaran jasa rekaman;

 -

pembayaran jasa periklanan baik di media cetak maupun elektronik;

    dapat digunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk menebus sticker.

8. Dalam hal sampai dengan akhir dari suatu Masa Pajak masih terdapat selisih lebih Pajak Masukan yang belum dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan sticker, maka Pajak Masukan tersebut dapat dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan sticker PPN Masa Pajak berikutnya, sepanjang belum dibebankan sebagai biaya dan belum dilakukan pemeriksaan.

9.Dalam hal ada pajak Masukan yang dapat dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker lunas PPN, belum dikreditkan (dilaporkan) pada pada masa pajak yang sama, dapat dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker lunas PPN atau dikreditkan pada masa berikutnya paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan atau dibebankan sebagai biaya.

10.Pajak Masukan selain tersebut di atas, dapat dikreditkan sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam UU PPN.

11.Pengenaan PPN melalui stiker lunas PPN untuk produk rekaman gambar yang diatur di atas, untuk pengelompokkan jenis produk rekaman gambarnya tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 April 2002, sedangkan mekanisme pelabelan stiker lunas PPN-nya masih tetap berlaku.

Berdasarkan KMK No 86/KMK.03/2002 Jo KEP - 153/PJ./2002 Jo SE - 09/PJ.51/2002
(mulai berlaku sejak tanggal 1 April 2002 )

1. Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) KEP - 153/PJ./2002, produk rekaman gambar adalah semua poduk rekaman gambar yang dibuat di atas media rekaman :

 -

Video Compact Disc (VCD)

 -

Digital Versatile Disc (DVD)

 -

Laser Disc (LD)

 -

Pita Kaset (VHS)

    atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya, yang ditayangkan kepada khalayak dengan sitem proyeksi elektronik, selain produk rekaman gambar yang berisi :

 -

lagu beserta tayangan gambar (karaoke)

 -

tayangan gambar yang berisi materi buku pelajaran umum termasuk pelajaran bahasa dan pelajaran agama

 -

software program komputer

3. Untuk keperluan penebusan stiker PPN, produk rekaman gambar dikelompokkan berdasarkan harga jual eceran menjadi sebagai berikut :

No

Kelompok

Batasan harga jual eceran per judul film atau per kopi seri judul film

DPP untuk menghitung

PPN terutang PPN terutang

1.

Jenis I

s.d. Rp 10.000

Rp. 10.000

Rp. 1.000

2.

Jenis II

Diatas Rp 10.000s.d. Rp 20.000

Rp. 12.500

Rp. 1.250

3.

Jenis III

Diatas Rp 20.000 s.d. Rp 40.000

Rp. 25.000

Rp. 2.500

4.

Jenis IV

Diatas Rp 40.000 s.d. Rp 60.000

Rp. 47.500

Rp. 4.750

5.

Jenis V

Diatas Rp 60.000 s.d. Rp 80.000

Rp. 65.000

Rp. 6.500

6.

Jenis VI

Diatas Rp 80.000 s.d. Rp 100.000

Rp. 85.000

Rp. 8.500

7.

Jenis VII

Diatas Rp 100.000

Rp 150.000

Rp 15.000

4. Contoh pengisian SPT PPN untuk PKP yang menggunakan Stiker lunas PPN dapat dibaca pada e-book PPN, judulnya Pelaporan PPN sub judul : Contoh Pengisian SPM PPN Produsen Rekaman Gambar.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 5258 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :