Senin, 27 Maret 2017  

Belajar Perpajakan

Klasifikasi, Penggolongan, Dan Usaha Bidang Perhutanan

A A A 

 

BAGAIMANA KLASIFIKASI, PENGGOLONGAN, DAN USAHA BIDANG PERHUTANAN ?

A. B U M I (SE-23/PJ.6/1999)

  • Tanah Produktif adalah tanah yang sudah menghasilkan komoditas perhutanan yang berupa kayu tebangan, rotan, damar dan komoditas perhutanan lainnya.

  • Tanah belum produktif adalah tanah yang dapat menghasilkan dan sewaktu-waktu akan menghasilkan yang meliputi :

    ·

    Tanah hutan Non Blok Tebangan.

    ·

    Tanah hutan Non Blok Tebangan yang dibudidayakan dengan tanaman seperti sonokeling, jati, kayu manis dan lainnya.

    ·

    Tanah hutan non Blok Tebangan yang ditanami dengan tanaman industri (Hutan tanaman Industri/HTI).

  • Tanah tidak produktif adalah areal yang tidak ada tegakannya seperti tanah rawa, hutan payau, hutan yang digunakan pihak ketiga, waduk.danau, dan lainnya.

  • Tanah emplasemen, yaitu tanah yang diatasnya terdapat bangunan-bangunan dan pekarangan.

  • Hasil bersih setahun adalah pendapatan kotor dari hasil penjualan kayu bulat satu tahun dikurangi dengan biaya eksploitasinya.

  • Pendapatan kotor adalah total hasil produksi dalam tahun pajak sebelumnya dikalikan dengan harga pasar kayu bulat dari tahun pajak berjalan sebagaimana harga pasar per 1 Januari.

 

B. B A N G U N A N

*

Bangunan, termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan, nilai jualnya ditentukan berdasarkan klasifikasi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan.

*

Silo, Kolang dan lain sebagainya, nilai jualnya ditentukan sesuai keadaan obyek pajak pada saat penilaian dilakukan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 4686 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :