Sabtu, 20 Januari 2018  

Belajar Perpajakan

PEMBAYARAN

A A A 

PEMBAYARAN

a. Surat Setoran BPHTB (SSB)
 

1).

Merupakan alat untuk melakukan pembayaran/penyetoran BPHTB terutang dan alat untuk melaporkan data perolehan hak atas Tanah dan atau Bangunan.

 

2).

Dibuat 4 (empat) rangkap : lembar ke-1 untuk WP, Lembar ke-2 untuk Bank/Kantor Pos Persepsi, lembar ke-3 untuk KPPB8 melalui WP dan lembar ke-4 untuk KPPBB melalui Bank/Kantor Pos Persepsi.

 

3).

Penyampaian SSB ke KPPBB oleh Wajib Pajak dilakukan dalam jangka waktu paling lama 1 (tujuh) harl sejak tanggal pembayaran atau perolehan hak atas tanah dan atau bangunan.,

b.

Dalam hal WP dikenakan BPHTB 0%, KPPBB menerbitkan Surat Keterangan Bebas (SKB) BPHTB.

c.

Dalam hal BPHTB yang terutang nihil, Wajib Pajak tetap mengisi SSB dengan keterangan nihil (SSB nihil). SSB nihil cukup diketahui oleh PPAT/Notaris/Kepala Kantor lelang/Pejabat lelang/Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya. SSB nihil lembar ke-2 dan ke-3 disampaikan ke KPPBB oleh Wajib Pajak.

d.

BPHTB yang terutang harus dibayarkan sebelum :

 

1).

Akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ditandatangani oleh PPAT/Notaris.

 

2).

Risalah lelang untuk pembeli ditandatangani oleh Kepala Kantor Lelang Pejabat Lelang.

 

3).

Dilakukannya pendaftaran hak oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kotamadya dalam hal :

   

-

Pemberian hak baru

   

-

Pemindahan hak karena pelaksanaan putusan hakim dan hibah wasiat.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 13478 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :