Rabu, 23 Oktober 2019  

Belajar Perpajakan

Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Biaya Tenaga Kerja

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.00586/PP/A/M.VII/10/2002

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 21

Tahun Pajak

:

1998

Pokok Sengketa

:

Koreksi Objek Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Biaya Tenaga Kerja

Menurut Terbanding

:

Dasar koreksi Terbanding adalah Pemohon kurang melaporkan biaya tenaga kerja sebesar Rp.797.504.088,00.

Menurut Pemohon

:

Pemohon menyatakan mengajukan banding atas 4 (empat) koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 21 sebesar Rp.833.843.080,00, yang terdiri dari:

1.

Koreksi biaya pemutusan hubungan kerja sebesar Rp.619.601.718,00

2.

Koreksi biaya jaminan hari tua yang dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp.142.587.519,00.

3.

Koreksi biaya audit sebesar Rp.50.200.000,00.

4.

Koreksi yang tidak diketahui alasan koreksinya sebesar Rp.21.532.256,00.

Pendapat Majelis

:

Majelis memandang perlu untuk memeriksa mengenai adanya perbedaan jumlah sengketa menurut Pemohon dan Terbanding.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dalam persidangan, pemeriksaan data dalam berkas banding, maupun pencocokan data, dikemukakan hal-hal sebagai berikut :

1.

Dasar koreksi Terbanding menurut Surat Uraian Banding dan Kertas Kerja Pemeriksaan adalah Pemohon kurang melaporkan biaya tenaga kerja sebesar Rp.797.504.088,00.

2.

Terbanding sampai dengan sidang pemeriksaan ke-4 maupun sampai dengan pencocokan data antara Pemohon dan Terbanding, pihak Terbanding tidak dapat memberikan perincian atas koreksi positif sebesar Rp.797.504.088,00.

3.

Pemohon memperlihatkan rincian atas koreksi yang dilakukan oleh Terbanding berupa:

-

Koreksi biaya pemutusan hubungan kerja sebesar Rp.619.601.718,00.

-

Koreksi biaya jaminan hari tua yang dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp.142.587.519,00.

-

Koreksi biaya audit sebesar Rp 50.200.000,00.

-

Koreksi yang tidak diketahui alasan koreksinya sebesar Rp.21.532.256,00.

 

4.

Berdasarkan pemeriksaan dalam berkas banding, Majelis hanya dapat menemukan jumlah koreksi pada saat pemeriksaan pajak (sebagai dasar diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar), namun adanya pengurangan koreksi oleh Terbanding pada saat keberatan, Majelis tidak dapat menelusuri karena dari uraian penelitian keberatan tidak dirinci pos-pos koreksi apa saja yang dikurangi dan yang masih dipertahankan oleh Terbanding.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas Majelis berkesimpulan sebagai berikut:

1.

Terbanding seyogyanya dapat memperlihatkan rincian atas koreksi yang dilakukan, namun sampai dengan sidang terakhir maupun pencocokan data Terbanding tetap tidak dapat memperlihatkan rincian koreksinya, sehingga Majelis tidak dapat menelusuri koreksi-koreksi tersebut.

2.

Rincian yang diperlihatkan Pemohon tidak dapat diyakini sebagai koreksi yang sebenarnya.

Majelis berkesimpulan Terbanding tidak dapat membuktikan biaya tenaga kerja sebesar Rp.797.504.088,00 belum dilaporkan oleh Pemohon di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 1998, karenanya koreksi positif Terbanding atas objek Pajak Penghasilan Pasal 21 sebesar Rp.797.504.088,00 tidak dapat dipertahankan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2577 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :