Jumat, 15 Nopember 2019  

Belajar Perpajakan

Koreksi Positif Atas Kredit Pajak, Karena Sudah Dikompensasi

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.01701/PP/M.IV/10/2003

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 21

Tahun Pajak

:

1999

Pokok Sengketa

:

Koreksi Positif Atas Kredit Pajak, Karena Sudah Dikompensasi

Menurut Terbanding

:

Hasil pemeriksaan beranggapan bahwa kelebihan bayar yang Pemohon laporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun 1999 telah dikompensasikan pada Surat Pemberitahuan Tahunan Masa Januari sampai dengan Desember Tahun 2000, oleh karena itu Terbanding mengurangi angka lebih bayar tersebut dari jumlah kredit pajak tahun 1999 yang dapat diperhitungkan dalam pemeriksaan.

Menurut Pemohon

:

Pemohon keberatan atas perlakuan Terbanding tersebut karena pada kenyataannya jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang telah Pemohon setorkan selama tahun 1999 belum pernah mengkompensasi kelebihan bayar tersebut, oleh karenanya Pemohon berpendapat bahwa seharusnya jumlah kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan Pasal 21 yang nyata-nyata telah Pemohon bayar selama tahun 1999.

Dalam persidangan Pemohon memberikan penjelasan sesuai dengan tanggapan atas Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-40/PJ.43/1999 yang menyatakan bahwa kelebihan pajak tersebut dapat diperhitungkan bukan harus diperhitungkan dengan bulan-bulan berikutnya atau tahun pajak berikutnya.

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan keterangan dari kedua belah pihak dalam persidangan serta penelitian Majelis atas data yang diberikan kedua belah pihak dalam persidangan dan data yang terdapat dalam berkas banding, Majelis berkesimpulan sengketa mengenai kredit pajak terjadi di mana menurut Terbanding jumlah tersebut telah dikompensasikan oleh Pemohon pada Masa Pajak Januari sampai dengan Desember 2000, tetapi menurut Pemohon kredit pajak tersebut belum pernah dikompensasikan.

Berdasarkan penelitian atas surat keberatan serta lampirannya berupa Surat Setoran Pajak dan Surat Pemberitahuan Tahunan Masa Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000, ternyata memang Pemohon belum mengkompensasikan kelebihan bayar tersebut dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000.

Berdasarkan penelitian kertas kerja pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan, Terbanding berpendapat jumlah pajak yang dapat dikreditkan dalam Tahun Pajak 1999 tersebut sudah sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-40/PJ.43/1999, dengan demikian maka keberatan Pemohon ditolak.

Terbanding mengakui memang benar dalam SKPKB Tahun Pajak 2000 jumlah pembayaran tersebut belum diperhitungkan sebagai kredit pajak.

Berdasarkan penelitian Majelis dalam persidangan diketahui kredit pajak tersebut adalah terdiri dari setoran Masa Pajak Penghasilan Pasal 21.

Sesuai dengan hasil penelitian atas data sebagaimana tersebut di atas, Majelis berpendapat terbukti setoran Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 1999 memang belum diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SKPKB Tahun Pajak 2000.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 20 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994, maka Majelis berkesimpulan atas setoran masa tersebut harus diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 1999.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas fakta-fakta dan bukti-bukti serta penjelasan Terbanding dan Pemohon yang terungkap dalam persidangan Majelis berketetapan koreksi kredit pajak tersebut tidak dapat dipertahankan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 3292 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :