Rabu, 17 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.01063/BPSP/M.VIII/15/2000

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.01063/BPSP/M.VIII/15/2000

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Badan

Tahun Pajak

:

1996

Pokok Sengketa

:

1.

Koreksi Peredaran Usaha

2.

Koreksi Kerugian atas Pengalihan Harta

3.

Koreksi Biaya Lain-Lain

1.

Koreksi Peredaran Usaha

Menurut Terbanding

:

Berdasarkan penelitian SPT Pajak Penghasilan Badan Tahun 1996 ternyata atas penjualan lain-lain tersebut belum dimasukkan dalam SPT Pajak Penghasilan Badan Tahun 1996 dan di dalam Laporan Keuangan tidak diketahui dilaporkan di pos mana.

Pemohon tidak menjelaskan laba rugi terhadap selisih kurs yang terjadi antara perbedaan kurs Pemohon dengan kurs pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keungan atas transaksi ekspor dengan memakai USD.

terdapat retur penjualan ekspor (part/attachment) dan pengurangan penjualan tahun 1995 yang dicatat pada Tahun 1996 dan Pemohon tidak memberikan data ekstern berupa bukti/korespondensi antara Pemohon dengan pihak pembeli di luar negeri atas pengembalian penjualan ekspor

Menurut Pemohon

:

Penjualan lain-lain ini telah dicatat di account No. 579000 (Miscellaneous Income), jumlah tersebut telah dikurangi dari biaya operasional, hal ini dapat dibuktikan dari lebih kecilnya biaya operasional didalam laporan SPT Pajak Penghasilan Badan Tahun 1996 dibandingkan dengan biaya oprerasional di Trial Balance.

Perbedaan selisih kurs ini adalah antara kurs Pemohon dengan kurs pajak dalam pencatatan pembukuan transaksi penjualan dan transaksi lainnya yang menggunakan mata uang US Dollar memakai kurs yang ditetapkan Caterpillar (kurs Pemohon), sedangkan dalam pembayaran Pajak Pertambahan Nilai menggunakan kurs pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dilakukan secara konsisten oleh Pemohon sejak awal kegiatan dan telah diterima oleh pihak fiskus selama ini dan sesuai dengan ketentuan pernyataan Standar Akuntansi yaitu dilakukan secara taat azas.

Koreksi penjualan ini akibat pengembalian atas penjualan ekspor (part/attachment) dan pengurangan penjualan Tahun 1995 yang dicatat pada Tahun 1996, hal ini telah diketahui dan diperiksa oleh Kantor Akuntan PC dan laporan audit ini yang menjadi dasar SPT Pajak Penghasilan Badan Tahun 1996.

Penjualan lain-lain tersebut berupa besi scrap dan dalam SPT Pajak Penghasilan Badan telah dilaporkan kedalam pos penghasilan luar usaha, dan untuk memperkuat keterangannya Kuasa Pemohon menyampaikan bukti pendukung berupa Trial Balance dan lampirannya.

Terdapat penjualan perusahaan dalam Tahun 1995, yang belum diperhitungkan diskonnya sehingga dalam Tahun 1996 diberikan tambahan diskon secara konsisten terus dan terdapat Fokus Program dimana special discount tambahan akan diberikan bila penjualan mencapai target yang telah disepakati (jumlah yang terjual dan atau waktu penjualan), sebagai bukti diserahkan Surat perjanjian/korespondensi untuk pemberian special discount dan invoice serta perinciannya.

Pendapat Majelis

:

Koreksi atas Penjualan Lain-Lain

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Trial Balance diperoleh petunjuk bahwa Pemohon telah melakukan pencatatan Miscellanous Income di account No. 579000 dan kemudian dalam Laporan Keuangan tercatat dalam perkiraan Other expense (income) yang merupakan jumlah neto dari Other expense dan Other income, karenanya terdapat bukti yang cukup dapat meyakinkan Majelis bahwa atas Penjualan lain-lain telah dilakukan pencatatan kedalam pos penghasilan luar usaha, sehingga Majelis berpendapat bahwa koreksi Terbanding atas Penjualan lain-lain tidak mempunyai alasan dan dasar yang kuat karenanya tidak dapat dipertahankan.

Koreksi atas Selisih Kurs

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas penghitungan selisih kurs yang dilampirkan Pemohon dalam Surat Permohonan Bandingnya diperoleh petunjuk bahwa Pemohon mencatat pembukuan transaksi penjualan menggunakan mata uang USD dan memakai kurs tetap, karenanya penghitungan beda kurs pada akhir tahun sebagaimana yang dilakukan Pemohon sudah benar, sehingga Majelis berpendapat koreksi Terbanding atas Selisih Kurs tidak mempunyai alasan dan dasar yang kuat, sehingga tidak dapat dipertahankan.

Koreksi yang Berkenaan dengan Retur Penjualan Ekspor (Part/Attachment) dan Pengurangan Penjualan Tahun 1995 yang Dicatat pada Tahun 1996

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas bukti korespondensi dan invoice diperoleh petunjuk bahwa Pemohon memberikan special discount atas penjualan produk tertentu yang mencapai target, kebijaksanaan tersebut dilakukan Pemohon beserta Caterpillar sebagai importir/pemilik komponen menanggung secara bersama. Pencatatan atas seluruh discount yang diberikan dibukukan Pemohon dengan cara mengurangi gross sale dan kemudian atas jumlah penggantian dari Caterpillar dibukukan Pemohon sebagai pengurang biaya. Pemohon memperhitungkan koreksi atas penjualan barang yang diberikan discount Tahun 1995 dan Tahun 1996 sebesar jumlah penjualan Tahun 1995 yang baru direalisir dalam Tahun 1996. Tata cara pembukuan Pemohon ini telah dilaksanakan secara konsisten setiap tahunnya dan diterima oleh Terbanding. Karenanya Majelis berpendapat bahwa koreksi positif Terbanding atas Penjualan tersebut tidak mempunyai alasan dan dasar yang kuat, aslinya tidak dapat di pertahankan.

2.

Koreksi Kerugian atas Pengalihan Harta

Menurut Terbanding

:

Berdasarkan penelitian SPT Pajak Penghasilan Badan beserta lampirannya diketahui bahwa Pemohon membebankan kerugian penjualan/pengalihan harta, namun tidak terdapat bukti pendukung atas kerugian penjualan/pengalihan harta tersebut.

Menurut Pemohon

:

Dalam surat penjelasan Kantor Pelayanan Pajak PMA II hanya menyebutkan bahwa penjualan ini tidak ada bukti pendukung, selama proses pemeriksaan Terbanding telah meminta buku-buku dan dokumen yang diperlukan, dan tidak pernah ada permintaan atau pemberitahuan tentang tidak adanya bukti pendukung .

Pemohon tidak mengerti atas koreksi ini karena tidak ada dasar perhitungannya, sedangkan dalam laporan SPT Pajak Penghasilan Badan telah dilakukan koreksi fiskal positif (self correction).

Dalam Laporan Keuangan telah dilakukan Self Koreksi, akan tetapi dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan Tahun 1996 keliru dimasukkan/menulis angka yang terjadi dalam menyusun pengelompokan dalam SPT, namun juga telah dilakukan koreksi oleh Pemohon dan untuk memperkuat keterangannya Pemohon menyampaikan bukti pendukung berupa Laporan Keuangan.

Pendapat Majelis

:

Dalam pemeriksaan Majelis atas bukti Laporan Keuangan diperoleh petunjuk bahwa Pemohon Banding telah melakukan self koreksi kerugian atas pengalihan harta yang tergabung dalam perkiraan Other expense (income), karenanya Majelis berpendapat koreksi positif Terbanding atas kerugian pengalihan harta tidak mempunyai alasan dan dasar yang kuat.

3.

Koreksi Biaya Lain-Lain

Menurut Terbanding

:

Koreksi Biaya Lain-lain terdiri dari Café expenses/Guest, Miscellaneous expenses/biaya lain-lain, Spoilage due to labor/biaya kerusakan dalam proses produksi dan Other Miscellaneous tax/biaya pajak yang sesuai sesuai Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang No. 10 Tahun 1994 merupakan pengeluaran yang bersifat kenikmatan, tidak jelas hubungannya dengan kegiatan usaha dan tidak ada bukti pendukung

Menurut Pemohon

:

Atas biaya lain-lain ini Pemohon telah melakukan koreksi fiskal positif karena atas biaya tersebut tidak dapat mengurangi penghasilan (non deductible expense) ini terlihat di lampiran SPT Pajak Penghasilan Badan pada rugi/laba fiskal.

Biaya-biaya tersebut merupakan pengeluaran yang ada hubungan dengan kegiatan usaha yang terdiri dari:

-

biaya tersebut dikeluarkan untuk pembuatan tas pinggang, jacket, Kartu Tanda Anggota Satpam. Bukti yang disampaikan berupa rekapitulasi Miscellaneous expenses/biaya lain-lain.

-

biaya penggantian dari material yang rusak karena kesalahan kerja karyawan perusahaan yang tujuannya untuk memperlihatkan pada karyawan akibat dari kecerobohan kerja mereka dan bagi karyawan yang berulang kali berbuat kesalahan akan dikenakan sanksi. Bukti yang disampaikan berupa rekapitulasi labor/biaya kerusakan dalam proses produksi

-

biaya pajak Airport untuk perjalanan dinas. Bukti yang disampaikan berupa rekapitulasi biaya pajak

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas rekapitulasi Miscellaneous expenses/biaya lain-lain diperoleh petunjuk bahwa biaya tersebut dikeluarkan untuk pembuatan tas pinggang, jacket, Kartu Tanda Anggota Satpam dan lain-lain. .

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas rekapitulasi labor/biaya kerusakan dalam proses produksi diperoleh petunjuk bahwa biaya tersebut adalah untuk penggantian dari material yang rusak, dan biaya tersebut bukan merupakan penghasilan atau kenikmatan yang diterima karyawan tetapi merupakan pengeluaran yang ada hubungannya dengan usaha.

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas rekapitulasi biaya pajak diperoleh petunjuk bahwa biaya tersebut dikeluarkan untuk pajak Airport dan pengurusan Paspor dan Visa.

Karenanya terdapat bukti yang cukup dapat meyakinkan Majelis bahwa biaya-biaya tersebut merupakan pengeluaran yang ada hubungannya dengan usaha untuk mendapatkan penghasilan sebagaimana dimaksud Pasal 6 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994, karenanya Majelis berpendapat koreksi Terbanding atas Biaya lain-lain tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2915 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :