Minggu, 21 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.01464/PP/M.III/15/2003

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.01464/PP/M.III/15/2003

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Badan

Tahun Pajak

:

1999

Pokok Sengketa

:

1. Koreksi atas Biaya Bunga Pinjaman

2. Koreksi atas Trade Discount

1. Koreksi atas Biaya Bunga Pinjaman

Menurut Terbanding

:

Seluruh penambahan short term bank loan tahun 1999 digunakan seluruhnya untuk mendanai Construction In Progress (CIP) dari laporan arus kas Pemohon diketahui bahwa sumber dana yang berasal dari financing activities (pinjaman) maupun operating activities seluruhnya terserap untuk membiayai investing activities yang dalam hal ini porsi terbesarnya adalah penambahan aktiva (Construction In Progress), dengan demikian bunga pinjaman yang terjadi tidak boleh dibiayakan seluruhnya, tetapi harus dikapitalisasi ke aktiva tetap secara proporsional berdasarkan tambahan pinjaman yang terjadi pada tahun 1999, atas kapitalisasi biaya bunga ini dapat disusutkan berdasarkan tarif penyusutan bangunan yang mulai berlaku sejak tahun 1999.

Menurut Pemohon

:

Tidak mungkin jika perusahan melakukan pinjaman jangka pendek untuk membangun gedung kantor baru yang bernilai cukup besar kecuali jika pinjaman dilakukan untuk jangka waktu panjang (long term borrowing).

Sesuai dengan PSAK No. 26 revisi tahun 1997 dan surat Direktur Jenderal Pajak No. S-46/PJ.31/1995 tanggal 19 Mei 1995 tentang pembebanan bunga pinjaman dalam masa konstruksi, ketentuan untuk melakukan kapitalisasi bunga pinjaman hanya berlaku jika pinjaman dipergunakan untuk memperoleh aktiva ataupun membiayai aktiva dalam penyelesaian/masa konstruksi.

Karena pinjaman yang diperoleh oleh perusahaan dari bank bukan dipergunakan untuk membiayai aktiva dalam penyelesaian (pembangunan gedung kantor baru) tetapi untuk tambahan modal kerja sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka biaya bunga atas pinjaman tersebut tidak seharusnya diperlakukan sebagai biaya yang tidak boleh dikurangkan tetapi dapat langsung dibebankan sebagai biaya.

Pendapat Majelis

:

Karena pinjaman yang diperoleh oleh Pemohon dari bank-bank tersebut seluruhnya dipergunakan untuk modal kerja dan bukan untuk membiayai aktiva dalam proses (Construction In Process) maka seluruh biaya bunga atas pinjaman tersebut dapat diperlakukan sebagai biaya, dengan demikian koreksi Terbanding atas biaya bunga tidak mempunyai alasan dasar yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

2. Koreksi atas Trade Discount

Menurut Terbanding

:

Koreksi atas trade discount dilakukan karena berdasarkan bukti-bukti yang diberikan pemohon berupa bukti tagihan discount, pencatatan di general ledger, payment voucher, dan transfer di rekening koran terdapat tagihan untuk tahun 1998 dimana penjualan yang berkaitan dengan discount tersebut dilaporkan sebagai penjualan tahun 1998, oleh karena itu apabila tagihan discount tersebut dilaporkan pada tahun 1999 maka tidak sesuai dengan prinsip matching cost against revenue, dan Pasal 6 Undang Undang No 10 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan, sehingga tagihan discount 1998 ini tidak termasuk dalam pengertian biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan tahun 1999.

Menurut Pemohon

:

Pemohon mencatat trade discount pada saat Pemohon menerima bukti tagihan discount dari distributor – distributor, bukti tagihan discount yang diterima dari distributor sangat bervariasi dan sulit untuk membuat prediksi awal mengenai jumlahnya.

Pemohon tidak pernah membukukan tagihan discount tersebut ditahun 1998 dan tidak pernah mengklaim biaya tersebut di SPT PPh badan tahun pajak 1998.

Tagihan discount tersebut dicacat dalam pembukuan Pemohon di tahun 1999 dan oleh karenanya, Pemohon mengklaim biaya trade discount tersebut di SPT PPh Badan tahun pajak 1999.

Trade discount hanya diberikan kepada pembeli pontensial setelah dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para distributor sehingga terdapat lead time antara penjualan dengan pemberian discount.

Pemohon telah melakukan sistem pembukuan trade discount dengan cara seperti ini secara konsisten dari tahun ke tahun .

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas general ledger trade discount tahun 1999 bahwa terdapat tagihan trade discount untuk penjualan tahun 1998 yang dicatat ditahun 1999.

Berdasarkan penjelasan Pemohon dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa trade discount hanya diberikan kepada pembeli-pembeli pontensial setelah dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para distributor kepada para pembeli sehingga terdapat lead time antara penjualan dengan pemberian discount.

Adanya lead time mengenai persetujuan pembayaran klaim ini terjadi karena Pemohon harus meneliti dan menghitung kembali klaim atau discount yang pantas untuk diberikan kepada pembeli.

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas general ledger trade discount tahun 1998 diketahui bahwa sistem pencatatan trade discount seperti ini telah dilakukan oleh Pemohon banding secara konsisten dari tahun ke tahun.

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Tahun Pajak 1998 diperoleh petunjuk bahwa Terbanding tidak pernah melakukan koreksi atas trade discount ini.

Berdasarkan pemeriksaan Majelis atas general ledger trade discount tahun 1998 diketahui bahwa Pemohon tidak melakukan pencatatan trade discount sebesar Rp.238.318.727,00 tersebut ditahun 1998, koreksi Terbanding atas trade discount sebesar Rp.238.318.727,00 tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 3016 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :