Kamis, 19 September 2019  

Belajar Perpajakan

Put.00156/BPSP/M.II/13/1999

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.00156/BPSP/M.II/13/1999

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 26

 

 

 

Tahun Pajak

:

1994

 

 

 

Pokok Sengketa

:

Koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 26 berupa sewa kontainer sebesar Rp2.581.623.312,00.

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Yang menjadi pokok masalah bukan domisili wajib pajak luar negeri tetapi mengenai harta yang disewa tersebut, apakah digunakan dalam pelayaran domestik atau pelayaran internasional.

 

Kontainer yang disewa oleh Pemohon tersebut juga digunakan di dalam negeri yaitu dalam pelayaran dari Jakarta ke Surabaya dan wajib pajak luar negeri tersebut memperoleh penghasilan dari Indonesia, sehingga Pemohon harus memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas sewa yang diterima oleh wajib pajak luar negeri tersebut.

 

Yang menjadi acuan adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Pasal 26 huruf c yang menyebutkan bahwa sewa, royalti, dan penghasilan lain karena penggunaan harta dipotong pajak yang bersifat final sebesar 20 % dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayarkan.

 

Oleh karena itu atas sewa kontainer tersebut dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar 20 % x Rp 2.581.623.312,00 = Rp 516.324.662,00.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Perusahaan Pemohon adalah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal kontainer dengan jalur pelayaran internasional dan untuk keperluan tersebut Pemohon menyewa kontainer dari perusahaan di luar negeri yang tidak ada Bentuk Usaha Tetap-nya di Indonesia yaitu :

 

- Cronos Containers Ltd. (Inggris),

- Matson Leasing Company (San Fransisco, Amerika Serikat),

- Sea Containers (Singapura),

- Transamerica Leasing Inc. (New York, Amerika Serikat),

- Genstar Container Corporation (San Fransisco, Amerika Serikat).

 

Berdasarkan surat pemberitahuan perpanjangan pola trayek liner kapal yang izin trayeknya harus diperbaharui setiap tiga bulan, liner kapal Pemohon adalah jalur internasional.

 

Jalur pelayaran dalam negeri yaitu Jakarta – Surabaya hanya untuk mengambil barang yang kemudian akan dibawa ke luar negeri, sehingga atas penggunaan kontainer tersebut tidak diperoleh penghasilan dari dalam negeri atau penghasilan dari mengangkut barang antar pelabuhan di Indonesia.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan hasil pemeriksaan dalam persidangan atas bukti-bukti yang disampaikan Pemohon, Majelis berkeyakinan bahwa sengketa pajak adalah menyangkut penghasilan yang diterima pihak asing sehingga pemeriksaan harus menggunakan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda.

 

Dalam menggunakan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda harus terdapat pembuktian certificate of residence atau domisili pihak asing tersebut.

 

Pemohon telah menyampaikan Certificate of Residence berupa :

 

  1. 1.      Fotokopi Certification of Filing a Tax Return atas nama Genstar Container Corporation yang dikeluarkan oleh Departement of the Treasury Internal Revenue Service, Amerika Serikat,
  2. 2.      Fotokopi Certification of Filing a Tax Return atas nama Transamerica Leasing Inc. yang dikeluarkan oleh Departement of the Treasury Internal Revenue Service, Amerika Serikat,
  3. 3.      Fotokopi Surat Keterangan Domisili atas nama Xtra International Ltd. yang dikeluarkan oleh Office of the Secretary of State, Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat,
  4. 4.      Fotokopi Surat Keterangan Domisili atas nama Cronos Containers Ltd. yang dikeluarkan oleh Inland Revenue East, Inggris.

 

Pemohon telah menyampaikan fotokopi Press Release tanggal 2 Mei 1995 yang menyatakan bahwa Xtra Corporation telah mengakuisisi Matson Leasing Company.

 

Berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan Pemohon tersebut, terbukti dengan meyakinkan bahwa Genstar Container Corporation, Transamerica Leasing Inc., Xtra International Ltd. (Matson Leasing Company) berdomisili di Amerika Serikat, sedangkan Cronos Containers Ltd. berdomisili di Inggris.

 

Dalam Pasal 13 ayat (3) huruf b Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai ‘royalties’ disebutkan bahwa istilah royalti juga termasuk pembayaran oleh penduduk suatu negara karena mengunakan, atau hak menggunakan peralatan industri, perdagangan atau ilmu pengetahuan tetapi tidak termasuk penghasilan dari perkapalan, angkutan udara atau container.

 

Dalam Pasal 9 ayat (3) Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai ‘shipping and air transport’ disebutkan bahwa penghasilan yang diterima oleh penduduk suatu negara dari perkapalan, angkutan udara atau kontainer yang digunakan di jalur internasional hanya dikenakan pajak di negara domisili.

 

Oleh karena itu berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dengan Amerika Serikat, penghasilan atas sewa kontainer yang diterima oleh :

 

- Genstar Container Corporation (San Fransisco, Amerika Serikat),

- Transamerica Leasing Inc. (New York, Amerika Serikat),        

- Matson Leasing Company (San Fransisco, Amerika Serikat),

 

dikenakan pajak di negara domisili yaitu Amerika Serikat, dan tidak dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 di Indonesia.

 

Dalam Pasal 13 ayat (3) Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dan Inggris mengenai ‘royalties’ disebutkan bahwa istilah royalti termasuk pembayaran-pembayaran yang diterima karena menggunakan atau hak menggunakan peralatan industri, perdagangan atau ilmu pengetahuan.

 

Dalam Pasal 13 ayat (2) Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dan Inggris mengenai ‘royalties’ disebutkan bahwa jika royalti tersebut dibayarkan kepada penduduk Inggris, maka pajak yang dikenakan di negara tempat asal royalti (Indonesia) tidak boleh melebihi 10 % dari jumlah kotor royalti.

 

Oleh karena itu berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dengan Inggris, penghasilan atas sewa kontainer termasuk royalti dan dikenakan pajak di Indonesia maksimal 10 % sehingga penghasilan atas sewa kontainer dari Cronos Containers Ltd. (Inggris), dikenakan pajak di Indonesia sebesar 10 % x Rp 524.462.530,00 = Rp 52.446.253,00.

 

Pemohon telah diminta untuk menyampaikan Certificate of Residence atas nama Sea Containers, tetapi sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan Majelis tidak menerima Certificate of  Residence dimaksud.

 

Oleh karena itu atas sewa kontainer dari Sea Containers (Singapura) sebesar Rp333.411.126,00 dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 final sebesar 20 % x Rp333.411.126,00 = Rp 66.682.225,00.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap bukti-bukti dan dokumen-dokumen dalam berkas banding dan keterangan lisan baik dari Pemohon maupun Terbanding dalam persidangan, Majelis berkesimpulan bahwa terdapat cukup bukti untuk mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon.

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2660 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :