Senin, 22 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.00380/PP/M.VII/13/2002

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.00380/PP/M.VII/13/2002 

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 26

 

 

 

Tahun Pajak

:

1999

 

 

 

Pokok Sengketa

:

Koreksi dasar pengenaan pajak karena adanya bunga pinjaman yang telah dibebankan sebagai biaya bunga.

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Timbulnya objek Pajak Penghasilan Pasal 26 adalah bunga pinjaman sebesar Rp.7.597.669.865,00 yang telah dibebankan sebagai biaya bunga.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Atas pencadangan biaya bunga sebesar Rp.7.597.669.865,00 bukan merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 26, karena selain tidak ada realisasi pembayaran bunga (cash out), angka sejumlah tersebut hanya merupakan pencatatan cadangan biaya bunga untuk keperluan perhitungan laba/rugi dan neraca akhir tahun.

 

Oleh Pemohon pencadangan atas biaya bunga sebesar Rp.7.597.669.865,00 tersebut secara komersial diakui namun secara fiskal dikoreksi positif.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan pemeriksaan dalam persidangan diketahui bahwa secara komersial Pemohon telah membebankan biaya bunga pinjaman ke luar negeri yang belum dibayar tahun 1999 dalam laporan rugi/laba, kemudian Pemohon  melakukan rekonsiliasi fiskal dengan melakukan self correction biaya bunga dalam laporan keuangan fiskalnya dengan pertimbangan bahwa belum terjadi realisasi pembayaran bunga ke luar negeri dan atas self correction tersebut,  namun dalam pemeriksaan  Terbanding  melakukan koreksi negatif biaya bunga karena biaya bunga tersebut merupakan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 dan merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 26.

 

Dalam persidangan Terbanding menyatakan koreksi Pajak Penghasilan Pasal 26 ini tidak didasarkan pada dibebankan atau tidak dibebankannya objek tersebut pada Pajak Penghasilan Badan, tetapi mengenai di-accrued atau tidaknya objek tersebut (objek atau bukan objek Pajak Penghasilan Pasal 26).

 

Berdasarkan pemeriksaan dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa kedua belah pihak setuju bahwa atas pencadangan biaya bunga belum terdapat pembayaran (cash out), namun yang menjadi masalah adalah terhadap pencadangan biaya bunga yang sudah di-accrued dalam laporan keuangan komersial  terdapat perbedaan pendapat mengenai perlakuan perpajakannya, di mana menurut Terbanding Pajak Penghasilan Pasal 26 sudah terutang pada saat pembebanan dan jatuh tempo pembayaran, sedangkan menurut Pemohon Pajak Penghasilan Pasal 26 baru terutang setelah adanya pembayaran (cash out), dan dalam laporan keuangan fiskal sebagai lampiran Surat Pemberitahuan Tahunan  Pajak Penghasilan Badan, telah dilakukan koreksi positif atas biaya bunga tersebut, sehingga menambah laba kena pajak.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Surat Pemberitahuan Tahunan  Pajak Penghasilan Badan tahun pajak 1999 diketahui bahwa telah dilakukan koreksi positif atas beban biaya bunga sebesar Rp.5.824.132.775,00 sehingga laba bersih sebelum pajak menurut laporan keuangan fiskal akan lebih besar dibanding dengan laba bersih sebelum pajak menurut laporan keuangan komersial sebesar  Rp.7.597.669.865,00

 

Berdasarkan penelitian dalam berkas banding, dan pemeriksaan dalam persidangan diketahui bahwa Pemohon dalam pembukuannya menggunakan metode accrual basis, di mana dalam laporan keuangan komersial Pemohon sudah membebankan bunga pinjaman tahun 1999 yang belum dibayarkan dalam laporan rugi/laba tahun 1999, namun secara fiskal bunga pinjaman tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dalam Surat Pemberitahuan Tahunan  Tahun 1999 karena Pemohon belum dapat membayar bunga pinjaman sehingga Pemohon melakukan self correction (koreksi positif biaya bunga).

 

Namun demikian mengenai Pajak Penghasilan Pasal 26 terkait dengan peraturan perpajakan yang melibatkan negara lain sehingga selain berpedoman pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994, dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1994, juga berpedoman pada Tax Treaty Indonesia-Singapura yang berdasarkan azas hukum yang berlaku umum diberlakukan sebagai lex specialis, dan mengenai hal tersebut kedua belah pihak juga menyetujui baik yang diungkapkan dalam persidangan maupun dengan pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar 10% sebagaimana Tax Treaty Indonesia-Singapura, dan bukan sebesar 20% apabila tidak terdapat tax treaty sebagaimana ketentuan Pajak Penghasilan Pasal 26 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994.

 

Berdasarkan penjelasan Pasaal 26 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 tersebut diketahui bahwa pajak dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak luar negeri di Indonesia.  Dalam hal ini pembayaran bunga kepada bank atas hutang Pemohon kepada Bank Sindikasi Singapura belum pernah direalisir, sehingga Bank Sindikasi Singapura belum memperoleh penghasilan.

 

Atas koreksi negatif yang dilakukan Terbanding atas biaya bunga dalam Surat Pemberitahuan Tahunan  Pajak Penghasilan Badan tahun pajak 1999, di mana  Pemohon sebelumnya telah melakukan self correction (koreksi positif) sehingga tidak membiayakan biaya bunga tersebut, seyogyanya Terbanding melakukan koreksi positif kembali atas biaya bunganya, karena dengan belum adanya pembayaran bunga maka tidak ada cash out, sehingga biaya bunga yang baru merupakan pencadangan biaya bunga tersebut tidak dapat menjadi pengurang penghasilan bruto.

 

Oleh karenanya Majelis berkesimpulan biaya bunga sebagaimana dimaksud Terbanding terbukti dalam laporan keuangan fiskal/Surat Pemberitahuan Tahunan  Pajak Penghasilan Badan tahun pajak 1999 belum dibebankan sebagai biaya dan belum ada pembayaran sehingga belum terutang Pajak Penghasilan Pasal 26 oleh karenanya koreksi sebesar Rp.5.824.132.775,00 tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2275 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :