Rabu, 17 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.01916/PP/M.III/13/2003

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.01916/PP/M.III/13/2003

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 26

 

 

 

 

Tahun Pajak

:

1998

 

 

 

 

Pokok Sengketa

:

1.

Koreksi Objek Pajak karena Perbedaan Perhitungan Kurs Bunga

 

 

2.

Koreksi Royalti

 

 

3.

Koreksi Imbalan Jasa karena Perbedaan Nilai Kurs

 

 

 

 

 

 

1.

Koreksi Objek Pajak karena Perbedaan Perhitungan Kurs Bunga

 

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Terdapat objek Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar Rp.510.306.043,00 karena perbedaan dalam penerapan kurs KMK.

 

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Semua bunga yang dibayarkan kepada para kreditor  yaitu IFC dan DEG sebesar Rp.6.967.473.965,00 tidak pernah dilakukan pemotongan karena kedua badan tersebut ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai bukan subjek Pajak Penghasilan.

 

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan penelitian atas laporan pemeriksaan pajak diketahui bahwa perhitungan koreksi bunga adalah sebagai berikut :

 

Jumlah bunga yang terutang cfm Pemohon              Rp    6.967.473.965,00

Jumlah bunga yang dibayar cfm Terbanding            Rp    7.477.780.008,00

Koreksi                                                                         Rp       510.306.043,00

                       

Berdasarkan penelitian atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding dan pemeriksaan dalam persidangan, Majelis berkesimpulan bahwa objek Pajak Penghasilan Pasal 26 berupa pembebanan/pembayaran bunga pinjaman kepada IFC dan DEG dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan, dengan demikian koreksi Terbanding atas bunga sebesar Rp.510.306.043,00 tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

 

 

2.

Koreksi  Royalti

 

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Berdasarkan  technical assistance agreement tanggal 18 September 1990, fee yang harus dibayarkan kepada SIPEF SA Belgia untuk tahun 1998 adalah sebesar US$ 223,000.00, sedangkan letter of statement dari SIPEF SA Belgia bertanggal 19 Mei 2000. Sedangkan  dalam laporan akuntan publik tanggal 11 Februari 1999 menyatakan bahwa kewajiban untuk  membayar annual technical assistance untuk tahun 1998 adalah sebesar US$ 223,000.00.

 

Penerapan kurs sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 324/KMK.014/1998 (untuk masa 29 Juni 1998 sampai dengan 5 Juli 1998, Nomor : 402/KMK.014/1998 (untuk masa 31 Agustus 1998 sampai dengan 6 September 1998) dan Nomor : 450/KMK.014/1998 (untuk masa Oktober 1998 sampai dengan 6 September 1998), telah ditentukan sesuai dengan tanggal invoice dari SIPEF SA Belgia.

 

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Berdasarkan letter of statement dari SIPEF SA Belgia yang menyatakan jumlah technical assistance  fee untuk tahun 1998 dan tahun 1999 adalah US$ 154,940.00 per tahun. Letter of statement dikeluarkan SIPEF SA Belgia berdasarkan permintaan Pemohon, sehubungan dengan krisis moneter di Indonesia.

 

Menggunakan kurs KMK pada saat pembayaran, karena invoice yang diterbitkan di luar negeri baru diterima kira-kira 1-2 minggu setelah tanggal invoice.

 

Pengakuan hutang bukan didasarkan pada tanggal invoice, tetapi didasarkan  pada saat invoice sudah nyata-nyata diterima baru diakui sebagai timbulnya hutang dan atas pembayaran ini Pemohon tidak membebankan hutang tetapi dibebankan sebagai biaya pada saat pembayaran, oleh karenanya kurs yang digunakan adalah kurs pada saat royalti dibayarkan.

 

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan penelitian atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding serta pemeriksaan dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa sengketa atas koreksi royalti sebesar Rp.1.135.287.000,00 adalah mengenai :

 

Jumlah royalti, yang menurut Pemohon besarnya royalti adalah US$ 154,840.00, sedangkan menurut Terbanding adalah sebesar US$ 223,000.00.

 

Kurs US$ yang digunakan untuk konversi, menurut Pemohon adalah kurs pada saat dibayarkan, sedangkan menurut Terbanding adalah kurs pada tanggal invoice.

 

Berdasarkan penelitian atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding berupa laporan pemeriksaan pajak diketahui bahwa perhitungan koreksi royalti adalah sebagai berikut :

 

Menurut Pemohon                                           Rp    1.705.175.500,00

Menurut Terbanding                                        Rp    2.840.462.500,00

Koreksi                                                             Rp  1.135.287.000,00

 

Dari laporan pemeriksaan pajak tersebut diketahui bahwa royalti adalah pembayaran kepada SIPEF SA Belgia berdasarkan technical assistance agreement tanggal 18 September 1990.

 

Berdasarkan penelitian atas dokumen yang diserahkan Pemohon dalam persidangan berupa Technical Assistance Agreement antara SIPEF SA Belgia dengan PT. Agro Muko tanggal 18 September 1990, diperoleh petunjuk bahwa Pemohon mempunyai kewajiban untuk membayarkan fee sebesar US$ 223,000.00.

 

Berdasarkan penelitian atas general ledger : Technical Advisory Fee diperoleh petunjuk bahwa jumlah technical assistance fee yang dibayarkan Pemohon dalam tahun 1998 adalah sebesar US$ 154,840.00.

 

Lebih lanjut Majelis berkesimpulan bahwa pada saat invoice atas technical assistance fee dari SIPEF SA Belgia diterima, Pemohon belum mengakui/mencatat sebagai hutang dan tidak membebankan hutang melainkan dibebankan sebagai biaya pada saat pembayaran.

 

Berdasarkan Pasal 6 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1994 : “Pemotongan Pajak Penghasilan oleh pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan  Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau terutangnya penghasilan yang bersangkutan”.

Berdasarkan ketentuan di atas Majelis berkesimpulan bahwa oleh karena invoice atas technical assistance fee dibebankan sebagai biaya pada saat pembayaran, maka Pajak Penghasilan Pasal 26 atas technical assistance fee tersebut terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran dan kurs konversi yang digunakan adalah kurs konversi pada tanggal technical assistance fee tersebut dibebankan.

 

Berdasarkan penelitian atas data yang ada di dalam berkas banding berupa bukti pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas nama SIPEF SA Belgia dan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 26 diperoleh petunjuk bahwa kurs konversi yang digunakan Pemohon pada saat pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 26 adalah kurs konversi sesuai KMK.

 

Berdasarkan uraian di atas, koreksi Terbanding atas royalti sebesar Rp.1.135.287.000,00 tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat, karenanya tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

 

 

3.

Koreksi Imbalan Jasa karena Perbedaan Nilai Kurs

 

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Koreksi sebesar Rp.4.829.483,00 merupakan perbedaan saat penerapan kurs KMK atas beban manuring recommendation.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Menolak koreksi yang disebabkan adanya perbedaan kurs, melainkan juga keberatan terhadap pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 yang telah dilakukan dengan alasan:

 

Invoice yang diterbitkan di luar negeri baru diterima kira-kira 1-2 minggu setelah tanggal invoice.

 

Dalam pembukuan, pengakuan hutang bukan didasarkan   pada tanggal invoice, tetapi didasarkan pada saat invoice sudah nyata diterima dan atas pembayaran ini Pemohon tidak membebankan hutang tetapi membebankan sebagai biaya pada saat pembayaran.

 

Kurs yang digunakan sebagai dasar konversi sudah sesuai dengan kurs KMK.

 

Telah memotong dan menyetorkan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas nama M.J. Redshaw, wajib pajak yang berdomisili di Inggris atas jasa manuring recommendation bulan Maret, Mei dan September, karena M.J. Redshaw pada waktu itu belum menunjukkan Surat Keterangan Deomisili dari Inland Revenue Cambridge tanggal 24 Agustus 1998.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan penelitian atas data dan keterangan yang ada di dalam berkas banding serta pemeriksaan dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa sengketa atas koreksi imbalan jasa sebesar Rp.4.829.483,00 adalah mengenai kurs dan objek pajak.

 

Pada saat invoice atas nama M.J. Redshaw diterima, Pemohon belum mengakui/mencatat sebagai hutang dan tidak membebankan hutang melainkan dibebankan sebagai biaya pada saat pembayaran, sehingga kurs konversi yang digunakan adalah kurs pada tanggal manuring fee M.J. Redshaw dibayarkan.

 

Oleh karena invoice dari M.J. Redshaw dibebankan Pemohon sebagai biaya pada saat pembayaran, maka Pajak Penghasilan Pasal 26 atas pembayaran manuring fee (imbalan jasa) tersebut terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran dan kurs konversi yang digunakan adalah kurs konversi pada tanggal manuring fee (imbalan jasa) tersebut dibebankan.

 

Berdasarkan penelitian atas bukti berupa bukti pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas nama M.J. Redshaw dan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 26 diperoleh petunjuk bahwa kurs yang digunakan Pemohon pada saat pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 26 adalah kurs konversi sesuai KMK.

 

Berdasarkan penelitian atas dokumen yang diserahkan berupa Surat Keterangan Domisili atas nama M.J. Redshaw yang diterbitkan oleh Inland Revenue Cambridge diperoleh petunjuk bahwa Mr. M.J. Redshaw adalah wajib pajak yang berdomisili di Inggris yang juga tunduk kepada Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia-Inggris.

 

Majelis berkesimpulan manuring fee yang dibayarkan Pemohon kepada M.J. Redshaw tidak dapat dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 di Indonesia, karenanya koreksi Terbanding atas imbalan jasa sebesar Rp.4.829.483,00 tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

 

Selanjutnya berdasarkan penelitian atas bukti berupa Surat Setoran Pajak dan bukti pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 diperoleh petunjuk bahwa Pemohon telah membayar Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar Rp.17.548.366,00 untuk masa Maret, Mei dan September 1998, dengan demikian telah terjadi kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar Rp.17.548.366,00.

 

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2696 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :