Senin, 22 Juli 2019  

Belajar Perpajakan

Put.01977/PP/M.VI/13/2003

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.01977/PP/M.VI/13/2003

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 26

 

 

 

Tahun Pajak

:

2000

 

 

 

Pokok Sengketa

:

Koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 26 berasal dari selisih pembayaran bunga dalam SPT PPh Badan

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar US$ 279,192.00 yaitu selisih biaya bunga yang ada di Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan sebesar US$ 386,159.00 dengan biaya bunga sebesar US$ 106,967.00 menurut pembayaran/laporan Pajak Penghasilan Pasal 26.

 

Berdasarkan penelitian terhadap Kontrak Karya antara Perusahaan Negara Batubara dengan PT  BHP Kendilo Coal Indonesia pada Pasal 11.2 dijelaskan tentang tarif pajak yang dipakai yakni 10% dan tarif ini juga diterapkan Pemeriksa.

 

Sesuai dengan Penjelasan Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1994, bahwa “… dalam ketentuan ini diatur mengenai saat terutangnya pemotongan dan pemungutan pajak, yaitu dikaitkan dengan saat pembayaran atau saat terutangnya penghasilan. Yang dimaksud dengan saat terutangnya penghasilan adalah saat pembebanan sebagai biaya oleh pemotong pajak sesuai dengan metode pembukuan yang dianutnya”.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Bahwa atas objek Pajak Penghasilan Pasal 26 berupa bunga baru terutang pada saat dibayarkan sesuai dengan Kontrak Karya.

 

Kewajiban perpajakan Pemohon telah diatur dalam Kontrak Karya Pertambangan Batubara dan berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor : S-1032/KM.04/1998 ditegaskan bahwa ketentuan perpajakan yang diatur dalam Kontrak Karya diperlakukan secara khusus (lex specialist).

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Menurut Pemohon atas objek Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar US$ 279,192.00 atau setara Rp2.733.883.335,00 tersebut walaupun sudah dibebankan dalam tahun 2000 tetapi pembayarannya baru akan dilakukan pada tahun 2004 sehingga sesuai dengan Kontrak Karya Pasal 11.2 baru akan terutang Pajak Penghasilan Pasal 26 setelah dilakukan pembayaran dan oleh karenanya pada tahun 2000 belum terutang Pajak Penghasilan Pasal 26 dan Terbanding mengakui bahwa atas objek Pajak Penghasilan Pasal 26 yang disengketakan pada tahun 2000 belum ada realisasi pembayarannya.

 

Berdasarkan uraian dan keterangan tersebut di atas, Majelis berkesimpulan bahwa yang menjadi pokok sengketa selanjutnya adalah mengenai kapan saat terutangnya Pajak Penghasilan Pasal 26 atas pembayaran bunga.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa sistem pembukuan Pemohon adalah akrual, maka atas beban-beban yang belum terealisasi tersebut tetap terutang pajak.

 

Dari bunyi Pasal 11.2 : “Withholding taxes on dividends, interests and royalties on patents paid by contractor at a rate of ten percent (10%)”, Majelis berkesimpulan bahwa dalam Kontrak Karya tersebut tidak saja mengatur mengenai tarif tetapi juga mengatur saat terutangnya bunga, hal tersebut ditunjukkan dari kata-kata paid by di mana kata-kata tersebut berarti dibayarkan.

 

Berdasarkan keterangan tersebut, Majelis berkesimpulan bahwa saat terutangnya bunga menurut Kontrak Karya adalah saat dibayarkan.

 

Dari penelitian Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-17/PJ.222/1980 tentang penegasan mengenai saat terutang pajak atas bunga, dividen dan royalti dan Surat Menteri Keuangan Nomor : S-1032/MK.04/1998 yang merupakan jawaban atas Surat Nomor : S-1300/PJ.3/1988 perihal Penangguhan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Dalam Rangka Kontrak Karya Pertambangan, Majelis berkesimpulan bahwa Kontrak Karya dalam kaitannya dengan pelaksanaan peraturan perpajakan merupakan ketentuan yang bersifat  khusus (lex specialist), sehingga dalam perkara ini Majelis berpendapat bahwa saat terutangnya bunga adalah mengikuti ketentuan yang diatur dalam Kontrak Karya yaitu pada saat dibayarkan.

 

Berdasarkan uraian dan keterangan tersebut di atas, Majelis berkesimpulan bahwa koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 26 tersebut, tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2338 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :