Senin, 14 Oktober 2019  

Belajar Perpajakan

Put.02747/PP/M.III/13/2004

A A A 

Putusan Pengadilan Pajak Nomor  :  Put.02747/PP/M.III/13/2004

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 26

 

 

 

Tahun Pajak

:

1997

 

 

 

Pokok Sengketa

:

Koreksi objek Pajak Penghasilan Pasal 26 berupa sewa genset yang di bayar ke luar negeri

 

 

 

Menurut Terbanding

:

Koreksi dilakukan karena Pemohon belum memotong dan menyetorkan Pajak Penghasilan Pasal 26 yang terutang atas pembayaran sewa genset kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System sebagaimana telah dilaporkan sebagai Harga Pokok Penjualan.

 

Berdasarkan penelitian atas bukti-bukti berupa rental agreement antara Pemohon dengan Tractor Singapore Limited (TSL) Power System, kontrak perjanjian antara Pemohon dengan Maxus SES Inc. dan Transmittal report (laporan transfer uang ke Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dari Maxus SES Inc.) diketahui bahwa Harga Pokok Penjualan yang diperhitungkan Pemohon bukan berupa harga yang dibayar sendiri kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System. Konsep Harga Pokok Penjualan dalam hal ini sebenarnya adalah terdapat pembebanan yang berasal dari pembayaran kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System yang dilakukan langsung oleh Maxus SES Inc., namun yang bersangkutan tidak memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 karena Maxus SES Inc. sebagai pembayar saja.

 

Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan, disebutkan bahwa : “atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan bentuk apapun yang dibayarkan atau yang terutang oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada wajib pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia, dipotong pajak sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayar imbalan”.

 

Pemohon telah mengakui peredaran usaha dari rental genset sebesar Rp11.459.682.585,00 kemudian mengakui Harga Pokok Penjualan atas penghasilan sewa tersebut sebesar 85% atas peredaran usaha yang telah diakui. Dalam hal ini Peneliti berpendapat pembayaran ke luar negeri oleh Maxus SES Inc. hanya merupakan suatu sistem cara membayarkan/transfer uang. Namun sesungguhnya kontrak sesuai dengan bukti invoice adalah antara Pemohon dengan Maxus SES Inc.

 

Dengan demikian karena Pemohon membebankan dalam pembukuannya maka Pemohon bertanggung jawab atas pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas penghasilan yang diperoleh Tractor Singapore Limited (TSL) Power System.

 

Karena sejumlah 15% dari pendapatan yang diterima Tractor Singapore Limited (TSL) Power System atas rental genset oleh Maxus SES Inc. di-reimburs ke Pemohon, maka jumlah yang merupakan bagian Tractor Singapore Limited (TSL) Power System tersebut dalam keputusan keberatan Pajak Penghasilan Badan telah diakui sebagai Harga Pokok Penjualan atas rental genset. Dengan demikian jumlah pendapatan yang diterima Tractor Singapore Limited (TSL) Power System adalah merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 26 yaitu sebesar Rp11.459.682.585,00 x 85% = Rp9.740.730.197,00.

 

 

 

Menurut Pemohon

:

Terbanding menganggap bahwa Pemohon telah melakukan pengiriman penghasilan kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System di Singapura, dengan demikian Pemohon diwajibkan memotong objek Pajak Penghasilan Pasal 26.

 

Usaha Pemohon adalah mencari customer yang akan menyewa mesin genset dan menguruskan persyaratan impor yang harus dipenuhi. Selanjutnya Pemohon mendapat fee dari Tractor Singapore Limited (TSL) Power System atas pembayaran sewa mesin genset yang diterima Tractor Singapore Limited (TSL) Power System. Jadi jelas bahwa Pemohon tidak pernah melakukan pengiriman/pembayaran ke luar negeri atas biaya sewa mesin.

 

Seluruh pembayaran oleh Maxus SES Inc. adalah dilakukan langsung kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System, tidak ada pembayaran melalui Pemohon. Penghasilan yang menjadi bagian Pemohon diterima dari Tractor Singapore Limited (TSL) Power System yaitu sebesar 15% dari yang dibayar oleh Maxus SES Inc. kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System sebagaimana diatur dalam invoice.

 

 

 

Pendapat Majelis

:

Pemohon bergerak dalam bidang usaha jasa persewaan mesin genset serta jasa perbaikan dan pemeliharaan mesin-mesin genset kepada beberapa pelanggan.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas data yang ada dalam berkas banding serta keterangan kedua belah pihak dalam persidangan diperoleh petunjuk bahwa Maxus SES Inc. membutuhkan tambahan tenaga listrik (genset), namun tidak ada perusahaan dalam negeri yang sanggup memenuhi standard spesifikasi genset yang dibutuhkan oleh Maxus SES Inc. sehingga pihak Maxus SES Inc. menghubungi Tractor Singapore Limited (TSL) Power System untuk menyewakan pembangkit tenaga listrik (genset) yang dibutuhkan tersebut.

 

Berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan Pertamina sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Pertamina tanggal 18 Juli 1994 mengenai “Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa”, pada intinya diatur bahwa setiap pengadaan barang dan jasa dari perusahaan asing di luar negeri di lingkungan Pertamina/KPS/JOB/TAC, semua Purchase Order/Supply Order dan kontrak pengadaan barang dan jasa dibuat dan ditujukan kepada perusahaan nasional.

 

Sesuai dengan ketentuan Pertamina di atas, karena tidak ada perwakilan di Indonesia, maka Tractor Singapore Limited (TSL) Power System menunjuk Pemohon sebagai agen sementara dari pihak Tractor Singapore Limited (TSL) Power System, yaitu hanya sebatas untuk kontrak antara Pemohon dengan Maxus SES Inc.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas data yang ada dalam berkas banding berupa rental agreement antara Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dengan Pemohon diperoleh petunjuk bahwa Pemohon telah melakukan kontrak penyewaan mesin genset kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas Pemberitahun Impor Barang Untuk Dipakai (PIUD), bill of lading dan Pemberitahuan Ekspor Barang Tertentu (PEBT) diperoleh petunjuk bahwa mesin genset yang dipesan Maxus SES Inc. tersebut kemudian diimpor dari Tractor Singapore Limited (TSL) Power System melalui Pertamina for Maxus SES Inc dengan menggunakan fasilitas temporary import untuk kemudian diekspor kembali pada saat pekerjaan/kontrak sewa telah selesai.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas data yang ada dalam berkas banding berupa rental agreement antara Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dan Surat Tractor Singapore Limited (TSL) Power System kepada Pemohon tanggal 8 April 1996 tentang jawaban atas fee Pemohon diperoleh petunjuk bahwa sewa mesin genset yang dilakukan Pemohon tersebut di atas dimaksud untuk menyediakan mesin genset yang dibutuhkan oleh Maxus SES Inc., di mana atas jasa menyediakan mesin genset tersebut Pemohon akan memperoleh fee sebesar 15% dari jumlah bersih yang diterima Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dari Maxus SES Inc.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas data yang ada dalam berkas banding berupa rental agreement antara Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dengan Pemohon, surat payment instruction dari Pemohon kepada Maxus SES Inc.  tanggal 9 Januari 1997, surat jawaban paymen instruction dari Tractor Singapore Limited (TSL) Power System kepada Maxus SES Inc. tanggal 8 Januari 1997 dan surat jawaban konfirmasi Maxus SES Inc. kepada Terbanding tanggal 31 Juli 2003 diperoleh petunjuk bahwa seluruh pembayaran atas sewa mesin genset yang dilakukan Maxus SES Inc. dibayarkan langsung ke rekening Standard Chartered Bank Singapore atas nama Tractor Singapore Limited (TSL) Power System.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas Maxus SES Inc. Transmitall Report diperoleh petunjuk bahwa seluruh pembayaran yang dilakukan Maxus SES Inc. kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System, diberitahukan kepada Pemohon sebagai informasi jumlah fee yang akan diterima Pemohon.

 

Berdasarkan pemeriksaan atas data yang ada dalam berkas banding berupa bukti invoice atas sewa genset kepada Maxus SES Inc., dan atas Maxus SES Inc. Transmitall Report Tahun 1997 diperoleh petunjuk bahwa jumlah pendapatan yang ditransfer Maxus SES Inc. kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System atas sewa genset selama tahun 1997 adalah sebesar Rp11.459.682.585,00.

 

Dari uraian tersebut di atas Majelis berpendapat walaupun kontrak penyewaan mesin genset adalah antara Pemohon dengan Tractor Singapore Limited (TSL) Power System sebagai wajib pajak luar negeri namun pemanfaatannya dilakukan oleh Maxus SES Inc. sesuai dengan peraturan Pertamina sehingga seluruh pembayaran atas sewa mesin genset tersebut dibayarkan (ditransferkan) langsung oleh Maxus SES Inc. kepada Tractor Singapore Limited (TSL) Power System dan bukan kepada Pemohon.

 

Ketentuan Pasal 26 ayat (1) huruf c Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan  sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 menyatakan “atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan bentuk apapun yang dibayarkan atau yang terutang oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada wajib pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia, dipotong pajak sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayarkan : c. royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta”.

 

Berdasarkan uraian dan ketentuan di atas Majelis berpendapat karena pihak yang membayarkan sewa genset tersebut adalah pihak Maxus SES Inc. dan Pemohon hanya menerima fee atas pembayaran tersebut, maka seharusnya kewajiban untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 berada pada pihak Maxus SES Inc., karena Majelis berpendapat bahwa koreksi Terbanding atas objek Pajak Penghasilan Pasal 26 tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga tidak dapat dipertahankan.

 

 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2742 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :