Jumat, 13 Desember 2019  

Peraturan Perpajakan

  • 38

Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE - 38/PJ.43/2001

Ditetapkan tanggal 5 Oktober 2001

PENGANTAR KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-649/PJ/2001 TANGGAL 05 OKTOBER 2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-350/PJ/2001 TANGGAL 14 MEI 2001 TENTANG PERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS UANG PESANGON YANG DIALIHKAN KEPADA PENGELOLA DANA PESANGON TENAGA KERJA
Arsip Cari Peraturan Perpajakan Topik: PPh Pasal 21 » Surat Edaran Dirjen Pajak » 2001 Topik: Semua PPh » Surat Edaran Dirjen Pajak » 2001

	        		       DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
				       DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
											     5 Oktober 2001

			          SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
				           NOMOR SE - 38/PJ.43/2001

						TENTANG

 PENGANTAR KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-649/PJ./2001 TANGGAL 05 OKTOBER 2001 
   TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-350/PJ./2001 TANGGAL 
        14 MEI 2001 TENTANG PERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS UANG PESANGON YANG DIALIHKAN KEPADA 
			         PENGELOLA DANA PESANGON TENAGA KERJA

				          DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Bersama ini disampaikan fotokopi Keputusan Direktur Jenderal Pajak sebagaimana disebutkan di atas dengan 
memperhatikan perlakuan perpajakan atas bunga tabungan uang pesangon yang merupakan hak karyawan 
yang akan diberikan oleh pengelola dana pesangon tenaga kerja pada saat berakhirnya masa kerja atau 
terjadinya PHK sebagai berikut :

1)	Pada saat tanggung jawab pembayaran uang pesangon dialihkan kepada pengelola dana pesangon 
	tenaga kerja melalui pembayaran uang pesangon secara sekaligus, maka karyawan dianggap telah 
	menerima hak atas manfaat uang pesangon sehingga pemberi kerja wajib memotong PPh Pasal 21. 
	Bunga tabungan atas uang pesangon yang merupakan hak karyawan akan diberikan oleh pengelola 
	dana pesangon tenaga kerja setelah dipotong PPh.

2)	Pada saat tanggung jawab pembayaran uang pesangon dialihkan kepada pengelola dana pesangon 
	tenaga kerja melalui pembayaran uang pesangon secara bertahap, pemberi kerja tidak melakukan 
	pemotongan PPh Pasal 21 atas pembentukan uang pesangon tersebut, namun pada saat pengelola 
	dana pesangon tenaga kerja membayar uang pesangon kepada karyawan wajib memotong PPh Pasal 
	21. Bunga tabungan atas uang pesangon merupakan hak karyawan yang akan diberikan oleh 
	pengelola dana pesangon tenaga kerja bersamaan dengan pembayaran uang pesangon setelah 
	dipotong PPh.

3)	Bunga tabungan atas uang pesangon yang merupakan hak karyawan akan diberikan oleh pengelola 
	dana pesangon tenaga kerja pada saat berakhirnya masa kerja atau terjadinya PHK yang terlebih 
	dahulu dipotong PPh dengan ketentuan sebagai berikut:
	a.	Dalam hal pengelola dana pesangon adalah bukan bank maka dipotong PPh sebesar 15% dari 
		jumlah bruto, sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 7 
		Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-
		undang Nomor 17 Tahun 2000.
	b.	Dalam hal pengelola dana pesangon adalah bank dipotong PPh final sebesar 20% dari jumlah 
		bruto berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 
		tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 
		17 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000.

Demikian untuk mendapat perhatian dan disebarluskan di wilayah kerja masing-masing.




DIREKTUR JENDERAL,

ttd

HADI POERNOMO
Peraturan Terkait
  • -

Komentar


Kami menerima pertanyaan, komentar tentang Peraturan ini
PajakOnline.com menerima pertanyaan, komentar anda,
kritik, dan pemberitahuan apabila terdapat perubahan status peraturan (direvisi/dicabut)

Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.
Kami akan segera mengupdate artikel sesuai dengan peraturan terbaru yang telah berlaku.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 532 kali - Dicetak 0 kali ›