Jakarta, PajakOnline — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan cara mengisi kolom nilai harta dalam laporan SPT Tahunan melalui Coretax. Wajib Pajak perlu memerhatikan batas waktu pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi masa pajak 2025 yang akan jatuh pada 31 Maret 2026. Terlambat melaporkan SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi dikenakan sanksi denda sebesar Rp100.000.
Dalam Laporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi harus melaporkan daftar harta yang dimiliki. Berikut ini penjelasan DJP;
“Pengisian kolom harta pada Coretax diisi berapa? Tenang. Kuncinya gunakan nilai harta saat ini pada akhir tahun pajak sesuai dengan jenis hartanya,” terang DJP dalam akun Instagram resminya @ditjenpajakri, dikutip Rabu (25/2/2026).
Terdapat lima kategori harta. Pertama, kas dan setara kas meliputi uang tunai, tabungan, giro, deposito, uang elektronik, cek, wesel, commercial paper, setara kas lainnya. Maka, nilai harta saat ini diisi dengan nominal saldo pada akhir tahun pajak.
“Jika dalam mata uang asing, dikonversi ke rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun pajak,” jelas DJP.
Kedua, pada piutang usaha, afiliasi, dan lainnya, maka harta saat ini yang diisi adalah nilai sisa piutang pada akhir tahun pajak.
