Jakarta, PajakOnline – Pemerintah menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada dalam koridor aman walaupun harga minyak mentah dunia terus meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan bahwa struktur fiskal nasional masih cukup tangguh untuk menghadapi tekanan eksternal seperti lonjakan harga energi.
Purbaya mengungkapkan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meski antisipasi harga minyak dunia yang jauh di atas asumsi awal anggaran yaitu USD70 per barel. Saat ini, harga minyak mentah telah menyentuh sekitar USD80 per barel, dan pemerintah masih memantau secara intensif proyeksi pasar global.
Purbaya menjelaskan bahwa dalam skenario tekanan ekstrem, di mana harga minyak bisa menyentuh USD90–USD92 per barel, pemerintah tetap akan menyesuaikan kebijakan belanja dan pendapatan agar defisit tidak melewati batas aman yang telah ditetapkan.
