PajakOnline.com—Ekonom Senior dari Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai kenaikan harga BBM sangat membebani rakyat. Apalagi di tengah tekanan pandemi saat ini.
Rakyat dapat harga BBM dinaikkan. Harga pertalite naik Rp2.350 per liter: dari Rp7.650 menjadi Rp10.000. Harga solar naik Rp1.650 per liter: dari Rp5.150 menjadi Rp6.800. "Uang rakyat yang tersedot bisa capai Rp31,75 triliun. Ironi negeri oligarki tirani," kata Anthony mantan Rektor Kwik Kian Gie School of Business ini.
[caption id="attachment_4830" align="alignright" width="300"]
Prof. Dr. Anthony Budiawan. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)[/caption]
Sementara itu, sambung Anthony, di negara maju, liberal dan kapitalis masih memikirkan rakyatnya, dengan memangkas pajak BBM untuk meringankan beban masyarakat atas kenaikan harga minyak mentah: subsidi BBM ini diberikan kepada semua orang, termasuk orang kaya.
