PajakOnline.com—Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN kini hanya menerima 3 jurusan Diploma IV (Setara S-1 Terapan), yakni Akuntansi Sektor Publik, Manajemen Keuangan Negara, dan Manajemen Aset Publik. Tidak ada lagi 2 jurusan yang terkenal di STAN yakni Pajak serta Kepabeanan dan Cukai, termasuk untuk program Diploma I dan III.
Berkaitan penghapusan jurusan Pajak dan Bea Cukai tersebut, Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto memberikan penjelasan.
"Jadi begini, salah satu yang kami harapkan adalah mereka yang masuk STAN itu tidak punya motivasi yang salah," kata Rahmadi membuka penjelasannya dalam diskusi OSC Talks pada akhir pekan lalu.
Rahmadi mengungkapkan, adanya motivasi yang salah menjadi alasan kuat di balik penghapusan jurusan pajak dan bea cukai. Dia menemui adanya mahasiswa-mahasiswi baru PKN STAN yang menempuh pendidikan di institusi tersebut hanya untuk mengejar status pegawai pajak atau bea cukai.
"Motivasi yang salah di masa lalu itu masuk STAN dapat tiket supaya kerja di DJBC dan DJP. Nah itu berdasarkan penilaian kami ada tuh perilaku negatif seperti itu. Artinya motivasi dari awal bukannya mengabdi sebagai ASN di manapun mereka berada kan," kata Rahmadi.
Rahmadi melanjutkan, ada juga lulusan STAN yang kemudian keberatan ketika ditempatkan di daerah atau posisi yang tidak dia harapkan. Padahal semestinya, menurut Rahmadi, seorang ASN harus siap mengabdi kepada negara di manapun ditempatkan.
