Jakarta, PajakOnline — Pasar keuangan Indonesia masih menghadapi dinamika tinggi menjelang akhir Agustus 2026. Pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian global serta perkembangan ekonomi domestik.
Bank Indonesia menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai salah satu pertimbangan utama dalam mempertahankan BI-Rate 5,75 persen pada RDG 18–19 Agustus 2026.
Tekanan terhadap pasar keuangan tidak hanya berasal dari faktor domestik. Kondisi geopolitik, arah kebijakan bank sentral global, arus modal, serta perubahan ekspektasi investor dapat memengaruhi pergerakan aset Indonesia.
Di tengah volatilitas pasar, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan sejumlah indikator positif.
Ekonomi kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy dan semester I tumbuh 5,45 persen. Investasi tumbuh 6,87 persen dan konsumsi rumah tangga meningkat 5,06 persen.
Cadangan devisa juga berada pada level yang relatif kuat, yakni USD145,6 miliar pada akhir Juni 2026.
Kondisi tersebut memberikan bantalan terhadap perekonomian ketika pasar global mengalami tekanan.
