TRENDING
Garuda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA JuaraDJP Kejar Target Pajak Rp2.593,4 Triliun pada 2027Tax Ratio 2027 Ditargetkan 9,26%, DJP Andalkan Coretax dan Perluasan Basis PajakSebanyak 11 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2026, Cek Daftar dan KeringanannyaSuahasil Lantik 17 Pejabat Kemenkeu, 13 di Antaranya Pejabat Strategis DJPPMK 71/2026 Ubah Tata Cara Keberatan Pajak, DJP Kini Bisa Minta Data Pihak KetigaPrabowo Ingatkan TNI: Ancaman Indonesia Kini Tak Hanya Perang Fisik, Siber hingga NarkotikaDJP Siapkan Strategi Kejar Setoran Pajak Rp2.593 Triliun Tahun DepanDJP Mutasi dan Kukuhkan 1.834 Pegawai, Pelantikan Hari IniRupiah Anjlok, Cadangan Devisa Turun, BI Menjadi Mesin Utang Luar NegeriPemerintah dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter, Lima Pilar Jadi Fokus Jaga EkonomiPengawasan Transaksi Properti Makin KetatDJP Perketat Pengawasan Pajak hingga Akhir 2026Penerimaan Pajak Jakarta Barat Capai Rp58,28 TriliunKapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda BergantiDJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026Garuda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA JuaraDJP Kejar Target Pajak Rp2.593,4 Triliun pada 2027Tax Ratio 2027 Ditargetkan 9,26%, DJP Andalkan Coretax dan Perluasan Basis PajakSebanyak 11 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2026, Cek Daftar dan KeringanannyaSuahasil Lantik 17 Pejabat Kemenkeu, 13 di Antaranya Pejabat Strategis DJPPMK 71/2026 Ubah Tata Cara Keberatan Pajak, DJP Kini Bisa Minta Data Pihak KetigaPrabowo Ingatkan TNI: Ancaman Indonesia Kini Tak Hanya Perang Fisik, Siber hingga NarkotikaDJP Siapkan Strategi Kejar Setoran Pajak Rp2.593 Triliun Tahun DepanDJP Mutasi dan Kukuhkan 1.834 Pegawai, Pelantikan Hari IniRupiah Anjlok, Cadangan Devisa Turun, BI Menjadi Mesin Utang Luar NegeriPemerintah dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter, Lima Pilar Jadi Fokus Jaga EkonomiPengawasan Transaksi Properti Makin KetatDJP Perketat Pengawasan Pajak hingga Akhir 2026Penerimaan Pajak Jakarta Barat Capai Rp58,28 TriliunKapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda BergantiDJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Rupiah dan IHSG Jadi Perhatian Pasar, Investor Hadapi Ketidakpastian Global dan Domestik

· · pajakonline.com

Jakarta, PajakOnline — Pasar keuangan Indonesia masih menghadapi dinamika tinggi menjelang akhir Agustus 2026. Pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian global serta perkembangan ekonomi domestik.

Bank Indonesia menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai salah satu pertimbangan utama dalam mempertahankan BI-Rate 5,75 persen pada RDG 18–19 Agustus 2026.

Tekanan terhadap pasar keuangan tidak hanya berasal dari faktor domestik. Kondisi geopolitik, arah kebijakan bank sentral global, arus modal, serta perubahan ekspektasi investor dapat memengaruhi pergerakan aset Indonesia.

Di tengah volatilitas pasar, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan sejumlah indikator positif.

Ekonomi kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy dan semester I tumbuh 5,45 persen. Investasi tumbuh 6,87 persen dan konsumsi rumah tangga meningkat 5,06 persen.

Cadangan devisa juga berada pada level yang relatif kuat, yakni USD145,6 miliar pada akhir Juni 2026.

Kondisi tersebut memberikan bantalan terhadap perekonomian ketika pasar global mengalami tekanan.

Di pasar saham, investor akan mencermati sejumlah katalis domestik, termasuk perkembangan kebijakan fiskal, prospek pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, arus dana asing, serta perkembangan RAPBN 2027.

Bursa Efek Indonesia juga terus menyediakan data perdagangan harian dan statistik pasar sebagai rujukan investor. Data resmi BEI menunjukkan statistik perdagangan hingga 27 Agustus 2026 telah tersedia untuk publik.

Karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek tetap perlu dibaca secara hati-hati dan tidak semata-mata berdasarkan satu sentimen.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,29 persen, investasi yang tumbuh 6,87 persen, dan kebijakan moneter yang menjaga stabilitas menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat.

Namun, tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diterjemahkan menjadi lapangan kerja, peningkatan produktivitas, daya beli yang terjaga, serta investasi yang semakin berkualitas.

Bagi investor, periode berikutnya akan menjadi ujian apakah fundamental domestik mampu terus menjadi penyangga ketika volatilitas pasar global meningkat.