TRENDING
Ungkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah DitunjukDJP Beri Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Wajib Pajak Harus Ajukan Lewat CoretaxMenkeu Tegaskan Dompet Digital dan Transfer Uang Tak Otomatis Kena PPNPolri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi sebagai Tersangka Penyadapan Presiden PrabowoDJP Perluas Pengawasan Transaksi Digital Luar Negeri, Cegah Pemungutan PPN BergandaKunjungan Wisatawan Mancanegara 12,01 Juta hingga September 2026, Pariwisata Indonesia Terus TumbuhEkonomi Indonesia Menguat, Optimistis Momentum Pertumbuhan di Tengah Tekanan GlobalBukan Pajak Baru, Pungutan PPN Hanya untuk Transaksi Barang dan Jasa Digital Luar NegeriBEI Evaluasi Insentif Pajak Emiten, Tarif PPh Badan 19 Persen Jadi Daya Tarik Perusahaan Melantai di BursaPemprov DKI Jakarta Kembali Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026, Berlaku Otomatis Tanpa PermohonanSoal Transfer Uang Pribadi Kena Pajak, Ini Kata DJPNeraca Perdagangan Indonesia September 2026 Surplus USD3,36 Miliar, Defisit Migas Jadi PerhatianUngkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah DitunjukDJP Beri Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Wajib Pajak Harus Ajukan Lewat CoretaxMenkeu Tegaskan Dompet Digital dan Transfer Uang Tak Otomatis Kena PPNPolri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi sebagai Tersangka Penyadapan Presiden PrabowoDJP Perluas Pengawasan Transaksi Digital Luar Negeri, Cegah Pemungutan PPN BergandaKunjungan Wisatawan Mancanegara 12,01 Juta hingga September 2026, Pariwisata Indonesia Terus TumbuhEkonomi Indonesia Menguat, Optimistis Momentum Pertumbuhan di Tengah Tekanan GlobalBukan Pajak Baru, Pungutan PPN Hanya untuk Transaksi Barang dan Jasa Digital Luar NegeriBEI Evaluasi Insentif Pajak Emiten, Tarif PPh Badan 19 Persen Jadi Daya Tarik Perusahaan Melantai di BursaPemprov DKI Jakarta Kembali Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026, Berlaku Otomatis Tanpa PermohonanSoal Transfer Uang Pribadi Kena Pajak, Ini Kata DJPNeraca Perdagangan Indonesia September 2026 Surplus USD3,36 Miliar, Defisit Migas Jadi Perhatian
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Skenario Wisata Bali Sikapi Corona

·

Skenario Wisata Bali Sikapi Corona

PajakOnline.com— Wabah Corona berdampak pada berbagai industri di Indonesia. Industri pariwisata, salah satu bidang yang paling merasakan. Indsutri pariwisata Bali bahkan memerlukan waktu tiga hingga enam bulan untuk memulihkan industri pariwisata di daerahnya. Dengan catatan, wabah virus corona Covid-19 berhasil diredam. Pemerintah daerah Bali membuat skenario sebagai upaya mitigasi untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Bali.

"Ada dua skenario yang disiapkan. Pertama, kalau wabah berlangsung tiga bulan, berarti kita siapkan pemulihannya juga tiga bulan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, seperti dilansir dari Tempo.co.

Skenario kedua, Bali memerlukan fase pemulihan enam bulan seandainya wabah yang melanda seratusan negara di dunia ini juga awet berlangsung hingga enam bulan ke depan. Sembari menyiapkan pemulihan, Putu memastikan Provinsi Bali saat ini tidak akan melakukan promosi wisata untuk mendatangkan turis, khususnya turis asing.

Pemerintah setempat akan berfokus pada gerakan antisipasi untuk memastikan virus tersebut tidak meluas. Putu mengimbuhkan, pemerintah juga harus memastikan bahwa hotel-hotel, tempat wisata, restoran, dan tempat publik lainnya menerapkan prosedur keamanan dengan tepat.

Dengan mitigasi yang telah disiapkan, pada masa pemulihan nanti, pemerintah provinsi akan berfokus memperbaiki citra Bali. Fase pemulihan ini dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan kepada Pulau Dewata.

"Kami harapkan, Juli sudah selesai untuk masa pemulihan. Namun kalau virus ini berlangsung sampai enam bulan, fase pemulihan baru akan kelar akhir tahun," tuturnya.

Dampak penyebaran virus corona saat ini diakui memang telah memukul sektor pariwisata Bali. Putu mengatakan imbas wabah ini bahkan diprediksi lebih menghantam ketimbang saat bencana erupsi Gunung Agung terjadi.

"Karena dampak corona ini jangka waktunya lama. Sedangkan Gunung Agung waktunya lebih pendek," ujarnya.

Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Bali, kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata hingga 9 Maret 2020 melorot 30 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pada 2019, jumlah wisman pada periode low season (sepi kunjungan) Januari-Maret masih tercatat mencapai 430 ribu wisatawan mancanegara per bulan.

Sedangkan tahun ini, kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama hanya menyentuh 330 ribu. "Jadi penurunannya kalau dihitung per bulan sekitar 100 ribu dibanding 2019," tutur Putu.

Adapun hingga Maret, turis asing yang masih terpantau mengunjungi Bali terbanyak berasal dari Australia dan Amerika Serikat. Pada 1 hingga 9 Maret, kunjungan turis Australia tercatat sebanyak 30 ribu orang dari total 114 ribu. Sedangkan kunjungan wisman Amerika Serikat 7.295 orang.

#PajakOnline #BanggaBayarPajak #IndonesiaMaju

Berita lainnya di Headlines