PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Askolani menargetkan setoran penerimaan bea dan cukai capai sebesar Rp300 triliun pada tahun ini. Dia optimistis mampu mencapainya bahkan melampaui target tersebut. Adapun realisasi penerimaan bea dan cukai hingga akhir Agustus 2022 telah mencapai Rp206,2 triliun atau 69 persen dari target sebesar Rp299 triliun yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022.
Askolani merinci realisasi penerimaan bea dan cukai sebesar Rp206,2 triliun itu tumbuh 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini utamanya ditopang oleh penerimaan cukai yang mencapai Rp134,65 triliun, tumbuh 21 persen, penerimaan bea masuk Rp31,95 triliun tumbuh 33 persen, dan kontribusi bea keluar Rp34,66 triliun, tumbuh 83 persen.
“Kami optimistis penerimaan dari bea dan cukai pada 2022 bisa mencapai Rp300 triliun lebih, sama dengan yang telah dilakukan pada 2021. DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) telah melakukan sejumlah upaya untuk mengoptimalkan penerimaan kepabeanan dan cukai. Salah satunya dengan memberikan kemudahan pelayanan bagi pengguna jasa melalui pemanfaatan teknologi informasi,” kata Askolani dalam peringatan Hari Bea Cukai (HBC) ke-76, kemarin.
Secara simultan, DJBC berupaya memperkuat pencegahan dan penindakan pelanggaran, sehingga tingkat kepatuhan importir mencapai 95 persen dari target 82 persen. Kemudian, DJBC pun telah melakukan extra effort, berupa audit dan penelitian ulang yang berkontribusi menambah penerimaan dalam tiga tahun terakhir. Selama ini DJBC melakukan sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang telah menghasilkan tambahan penerimaan senilai Rp 1 triliun.
“Berbagai langkah optimalisasi itu dapat berdampak pada peningkatan penerimaan bea dan cukai dalam jangka menengah dan panjang. Pada 2023, target penerimaan bea dan cukai ditetapkan Rp 303,2 triliun. Tentunya akan kami perkuat dan pertahankan pada tahun 2023 dengan serangkaian kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Askolani.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi seluruh kinerja DJBC selama ini, terutama pada masa tekanan pandemi ini. Kinerja DJBC selama pandemi ditunjukkan dengan pemberian berbagai layanan, mulai dari importasi alat-alat kesehatan yang sangat dibutuhkan, fasilitasi vaksin, hingga melakukan langkah-langkah pengamanan.
