PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sedang mempersiapkan dan mengembangkan aplikasi tax payer account management, teknologi yang semakin memudahkan wajib pajak memantau setiap urusan administrasi pajaknya. Layanan tersebut nantinya bakal menggunakan fitur data prepopulated.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo menjelaskan, para wajib pajak akan semakin mudah menyusun Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak. Ini merupakan bagian dari pembaruan sistem inti administrasi perpajakan atau core tax yang direncanakan berlaku Mei 2024 mendatang.
"Jadi dalam sistem informasi yang akan datang atau core tax memang kita mencoba untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam menyusun SPT-nya. Data dan informasi yang kita capture akan dituangkan menjadi satu SPT yang prepopulated dan itu akan dimunculkan dalam akun wajib pajak," terang Suryo Utomo dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Juli 2023, kemarin.
Sebagai informasi, fitur prepopulated ini merupakan sistem penyediaan data berdasarkan basis data yang sudah ada. Misalnya untuk pengisian SPT Tahunan, di sistem sudah ada angka penghasilan dan pajak dipotong yang datanya didapat dari bukti potong yang telah dilaporkan perusahaan.
